Serangan Rudal dan Drone Houthi Tewaskan Puluhan Tentara, Pemerintah Yaman Ancam Balasan

Puluhan tentara pemerintah Yaman tewas akibat serangan rudal dan drone Houthi. Pemerintah berjanji akan memberikan respons pada waktu yang tepat.

Puluhan tentara pemerintah Yaman tewas akibat serangan rudal dan drone Houthi

Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional menyatakan akan memberikan respons terhadap serangan kelompok Houthi setelah sedikitnya 45 personel militer dilaporkan tewas dalam serangan rudal balistik dan drone. Insiden tersebut terjadi di wilayah Marib dan Hadramawt, dua daerah yang selama ini menjadi salah satu titik utama konflik bersenjata di negara tersebut.

Menurut Kementerian Pertahanan Yaman, serangan dilakukan menggunakan rudal balistik dan pesawat tanpa awak yang menyasar kamp serta unit angkatan bersenjata pemerintah.

“Kami akan merespons agresi Houthi di tempat dan waktu yang tepat,” kata Kementerian Pertahanan Yaman dalam pernyataan resminya.

Berdasarkan informasi dari sumber militer yang dikutip Al Arabiya, jumlah korban tewas meningkat menjadi sedikitnya 45 tentara, sementara sekitar 80 personel lainnya mengalami luka-luka. Para korban yang terluka saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit di wilayah Marib dan Seiyun.

Kelompok Houthi mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Menurut juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, operasi yang dilakukan merupakan serangan berskala besar terhadap pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi.

Yahya Saree menyatakan operasi tersebut menyasar sejumlah lokasi, termasuk Al-Ruwaik, Al-Abr, Al-Thaniyah, serta beberapa kamp militer lainnya. Ia juga menyebut serangan dilakukan menggunakan kombinasi rudal balistik dan drone.

Serangan ini menandai meningkatnya kembali intensitas konflik di Yaman setelah dalam beberapa bulan terakhir pertempuran kembali terjadi di sejumlah garis depan.

Baca Juga:  Tragis, Ledakan Guncang Masjid di Maiduguri Nigeria Timur dan Tewaskan Jamaah

Menurut data yang dihimpun dari berbagai laporan internasional, situasi keamanan di Yaman sempat relatif mereda sejak diberlakukannya gencatan senjata pada April 2022. Namun, bentrokan sporadis kembali meningkat sejak awal Juli 2026.

Perkembangan terbaru juga menunjukkan kelompok Houthi semakin aktif melancarkan serangan, termasuk terhadap target yang berkaitan dengan Arab Saudi. Kondisi tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan sejumlah negara.

Hingga kini, pemerintah Yaman belum mengumumkan bentuk operasi balasan yang akan dilakukan. Aparat militer masih melakukan evaluasi terhadap dampak serangan sekaligus memperkuat pengamanan di sejumlah wilayah strategis.

Referensi:
Detik

📚 ️Baca Juga Seputar Internasional

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED