Krisis Pupuk Global Imbas Perang Iran, Harga Pangan Terancam Naik
Konflik yang melibatkan Iran memberikan dampak luas terhadap sektor global, tidak hanya energi tetapi juga pertanian. Salah satu efek paling...
Read more
Indonesia kehilangan potensi produksi minyak mentah pada awal tahun akibat insiden kebocoran pipa migas di wilayah Sumatra. Insiden tersebut terjadi pada pipa gas yang memasok kebutuhan produksi minyak di Blok Rokan, sehingga aliran gas sempat terhenti dan berdampak langsung pada produksi nasional.
Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, kebocoran pipa tersebut menyebabkan potensi kehilangan produksi minyak mentah dalam jumlah signifikan. Hal itu disampaikan Bahlil saat rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Kamis, 22 Januari.
“Kami laporkan bahwa kita di awal tahun ini mengalami ada sedikit musibah kecil di Sumatera, pipa kita bocor yang kehilangan potential loss kurang lebih sekitar 2 juta barel di awal tahun,” kata Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.
Pipa yang mengalami kebocoran diketahui milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI). Akibat insiden tersebut, pasokan gas ke fasilitas produksi minyak Blok Rokan terganggu, sehingga aktivitas produksi tidak dapat berjalan optimal selama beberapa waktu.
Bahlil menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam dan akan memberikan sanksi kepada pejabat terkait yang dinilai bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Ia menyebut evaluasi internal akan dilakukan baik di lingkungan Kementerian ESDM maupun badan usaha milik negara yang terlibat.
“Jadi pipanya yang bocor, tapi ini saya akan langsung memberikan sanksi kepada pejabat yang ada di ESDM dan di BUMN terkait karena saya anggap itu sebuah betul terjadi kecelakaan, tapi ada sebuah ketidakikhtiaran dari kami. Tapi, apapun ceritanya, itu kesalahan kami,” ujar Bahlil.
Sementara itu, berdasarkan penjelasan dari Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, kebocoran pipa gas tersebut telah berhasil ditangani. Dirjen Migas Laode Sulaeman mengatakan aliran gas kini sudah kembali normal dan mengalir dengan kapasitas maksimal ke berbagai titik, termasuk ke Blok Rokan.
“Flow-nya sudah dibuka semua maksimal dan tekanannya sudah berada pada tekanan yang layak untuk bisa mendapatkan gas ke tempat-tempat dimana gas tersebut terkirim, termasuk di Rokan,” kata Laode Sulaeman, Dirjen Migas Kementerian ESDM.
Meski aliran gas telah dipulihkan, Laode mengungkapkan bahwa produksi minyak di Blok Rokan belum sepenuhnya kembali normal. Berdasarkan komunikasi dengan PT Pertamina Hulu Rokan, pemulihan produksi diperkirakan akan berlangsung dalam waktu dua hari ke depan.
Insiden ini menjadi perhatian serius pemerintah mengingat Blok Rokan merupakan salah satu tulang punggung produksi minyak nasional. Evaluasi terhadap sistem keamanan dan pengawasan infrastruktur migas pun dipastikan akan diperketat ke depannya.
Referensi: CNNIndonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Berita Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia berita — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Bea Cukai Sidoarjo melakukan pemusnahan rokok ilegal dengan nilai mencapai Rp5,9 miliar sebagai bagian dari upaya penegakan hukum di bidang...
Kecelakaan tunggal terjadi di Dusun Medain, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat pada Jumat (10/4/2026), melibatkan sebuah mobil...