Ciri Penyakit Ginjal yang Tampak di Mata, Ini Penjelasan Dokter

Penyakit ginjal bisa menimbulkan gejala pada mata. Kenali tanda-tanda seperti mata bengkak, kering, dan penglihatan kabur agar bisa ditangani lebih awal. (Foto: Shutterstock)

Penyakit ginjal bisa menimbulkan gejala pada mata

Hubungan Erat antara Fungsi Ginjal dan Kondisi Mata

Masalah pada ginjal ternyata tidak hanya memengaruhi urine atau sistem pembuangan tubuh. Berdasarkan data medis, gangguan ginjal juga dapat menimbulkan perubahan pada mata, terutama karena kedua organ ini sama-sama bergantung pada pembuluh darah dan keseimbangan cairan tubuh.

Menurut penjelasan pakar nefrologi dari Mayo Clinic, ginjal yang berfungsi normal membantu menjaga kadar elektrolit dan tekanan darah tetap stabil. Ketika ginjal rusak, keseimbangan tersebut terganggu dan dapat berdampak langsung pada jaringan halus di sekitar mata, termasuk retina dan saraf optik.

WHO juga menyoroti bahwa penyakit ginjal kronis (chronic kidney disease/CKD) kerap tidak menunjukkan gejala awal yang jelas. Tanda-tandanya bisa muncul di area lain seperti mata, kulit, atau tekanan darah, yang sering kali diabaikan pasien hingga kondisinya sudah cukup parah.

Tanda-Tanda Penyakit Ginjal yang Terlihat di Mata

Beberapa gejala gangguan ginjal dapat muncul secara visual di mata. Berikut beberapa di antaranya:

1. Mata Kering dan Perih

Penurunan fungsi ginjal membuat tubuh kesulitan mengatur kadar mineral seperti kalsium dan fosfat. Menurut Kemenkes RI, ketidakseimbangan dua mineral ini dapat menimbulkan endapan di jaringan halus, termasuk mata.
Kondisi ini menyebabkan iritasi pada kornea, konjungtiva, dan sklera, sehingga mata terasa kering, perih, dan mudah merah. Jika tidak segera ditangani, gejala ini bisa berkembang menjadi peradangan mata kronis.

2. Mata Bengkak yang Tidak Hilang

Bengkak pada mata setelah bangun tidur merupakan hal normal. Namun, jika pembengkakan bertahan sepanjang hari, hal ini bisa menjadi tanda proteinuria.
Proteinuria adalah kondisi ketika protein bocor ke dalam urine akibat kerusakan ginjal. Ketika protein berkurang, cairan menumpuk di jaringan lunak seperti kelopak mata dan pergelangan kaki.
Berdasarkan penjelasan dokter dari Johns Hopkins Medicine, pembengkakan akibat gangguan ginjal sering disertai urine berbusa dan perubahan warna urine.

3. Penglihatan Kabur

Gangguan penglihatan bukan hanya akibat rabun jauh atau dekat. Tekanan darah tinggi (retinopati hipertensi) dan kadar gula tinggi (retinopati diabetik) juga dapat menyebabkan penglihatan kabur.
Kedua kondisi ini merupakan faktor utama penyakit ginjal kronis, karena tekanan darah dan gula darah tinggi menyebabkan pembuluh darah ginjal rusak secara perlahan.
Ahli mata dari American Academy of Ophthalmology (AAO) menjelaskan bahwa pasien dengan tekanan darah tinggi atau diabetes harus rutin melakukan pemeriksaan mata minimal dua kali setahun untuk mendeteksi perubahan dini pada retina.

4. Sulit Mengenali Warna Tertentu

Beberapa penderita penyakit ginjal mengalami gangguan persepsi warna, terutama terhadap warna biru dan kuning. Kondisi ini disebabkan oleh penumpukan toksin uremik, yaitu zat limbah yang seharusnya disaring oleh ginjal.
Ketika toksin menumpuk, saraf optik dan retina dapat mengalami kerusakan, sehingga otak tidak lagi memproses warna secara normal.

Pentingnya Deteksi Dini dan Pemeriksaan Rutin

Gejala pada mata memang tidak selalu berarti seseorang memiliki penyakit ginjal. Namun, kombinasi antara gangguan penglihatan, pembengkakan, dan perubahan urine perlu diwaspadai.
Menurut World Kidney Day Report 2024, lebih dari 850 juta orang di dunia hidup dengan gangguan ginjal, dan sekitar 10% di antaranya tidak menyadari bahwa mereka sudah memasuki tahap kronis.

Dokter spesialis penyakit dalam menyarankan pemeriksaan fungsi ginjal rutin setiap enam bulan sekali, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat hipertensi, diabetes, atau obesitas. Pemeriksaan sederhana seperti tes urine dan tes darah (urea dan kreatinin) dapat membantu mendeteksi gangguan sejak dini.

Selain itu, menjaga pola hidup sehat juga penting untuk melindungi ginjal dan mata. Mengonsumsi cukup air, membatasi garam dan gula, serta tidak merokok bisa mengurangi risiko kerusakan organ dalam jangka panjang.

Referensi: CNN Indonesia
Referensi tambahan: Mayo Clinic, World Health Organization (WHO), Kemenkes RI

📚 ️Baca Juga Seputar Kesehatan

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kesehatan Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kesehatan — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED