Resep Nasi Ayam Hainan Gurih dengan Aroma Jahe yang Menggoda
Nasi ayam Hainan menjadi salah satu menu populer yang identik dengan kuliner Singapura. Hidangan ini dikenal memiliki cita rasa gurih...
Read more
Kasus mengejutkan terjadi di negara bagian Bihar, India, setelah lebih dari 150 siswa dilaporkan jatuh sakit akibat makanan program sekolah yang diduga tercemar. Peristiwa ini bermula ketika seorang siswa menemukan seekor anak ular di dalam hidangan makan siang yang dibagikan di sekolah.
Insiden tersebut terjadi di Middle School Baluaha, distrik Saharsa, Bihar. Program makan siang gratis atau mid-day meal yang diberikan kepada siswa sebenarnya merupakan program pemerintah India untuk membantu kebutuhan gizi anak-anak sekolah negeri dan sekolah bantuan pemerintah.
Program tersebut bertujuan meningkatkan nutrisi siswa, mengurangi rasa lapar saat belajar, dan membantu meningkatkan angka kehadiran di sekolah. Namun kasus yang terjadi kali ini justru memicu kekhawatiran besar mengenai keamanan pangan dan kebersihan dapur skala besar.
Menurut laporan Times of India pada 8 Mei 2026, makanan sekolah tersebut dipasok oleh sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat atau LSM yang melayani beberapa sekolah di wilayah tersebut. Saat makanan mulai dibagikan, seorang siswa menemukan anak ular di dalam menu makan siang.
Tak lama setelah temuan itu, lebih dari 150 siswa mengeluhkan sakit perut dan kondisi tubuh tidak nyaman. Situasi di sekolah langsung berubah panik karena jumlah siswa yang mengalami gejala terus bertambah.
Berdasarkan laporan Food NDTV pada 7 Mei 2026, polisi segera datang ke lokasi dan membantu membawa sejumlah siswa ke pusat kesehatan setempat menggunakan kendaraan mereka sendiri. Setelah itu, ambulans dari rumah sakit tiba untuk mengevakuasi siswa lain yang membutuhkan penanganan medis.
Beberapa siswa sempat menjalani perawatan di rumah sakit lokal, sementara lainnya dirujuk ke Sadar Hospital karena kondisi yang dianggap cukup serius. Pemerintah daerah Bihar juga langsung mengirim tim investigasi untuk memeriksa dapur pusat tempat makanan diproduksi.
Kasus ini membuat perhatian publik kembali tertuju pada pedoman keamanan pangan sekolah yang sebenarnya telah diterbitkan pemerintah India sejak 2015. Berdasarkan data dari Kementerian Pengembangan Sumber Daya Manusia India, terdapat sejumlah aturan ketat untuk menjaga keamanan makanan bagi siswa sekolah.
Salah satu aturan utama adalah bahan makanan seperti sereal dan kacang-kacangan wajib dibersihkan secara manual sebelum dimasak untuk menghindari benda asing masuk ke makanan.
Selain itu, proses memasak harus dilakukan secara higienis dengan makanan tetap tertutup agar tidak terkontaminasi. Suhu makanan juga dianjurkan minimal 65 derajat Celsius karena bakteri dan mikroorganisme lebih mudah berkembang pada suhu 5 hingga 60 derajat Celsius.
Dalam pedoman tersebut, guru juga diwajibkan mencicipi makanan sebelum dibagikan kepada siswa. Hasil pengecekan makanan harus dicatat dalam buku khusus sebagai bagian dari pengawasan keamanan pangan sekolah.
Pemerintah daerah juga diminta bekerja sama dengan laboratorium terakreditasi untuk melakukan pengujian sampel makanan secara berkala guna memastikan makanan bebas dari kontaminasi mikroba maupun bahan kimia berbahaya.
Tak hanya itu, area dapur sekolah diwajibkan dibersihkan setiap hari, termasuk lantai, sudut dapur, serta permukaan yang bersentuhan langsung dengan makanan. Peralatan dapur seperti kain lap, meja, lemari penyimpanan, hingga peralatan makan juga harus dalam kondisi higienis dan tidak rusak.
Pedoman tersebut turut mengatur kebersihan juru masak dan pekerja dapur. Petugas yang mengalami penyakit menular seperti diare, muntah, atau infeksi kulit tidak diperbolehkan bekerja di area pengolahan makanan.
Pencegahan hama seperti tikus, serangga, dan burung juga menjadi bagian penting dari standar keamanan pangan. Sekolah dianjurkan memasang pelindung pada jendela dan ventilasi dapur agar hewan tidak masuk ke area memasak.
Selain pengelola dapur, siswa juga diwajibkan membiasakan cuci tangan sebelum dan sesudah makan untuk mengurangi risiko penyebaran penyakit melalui makanan.
Kasus temuan anak ular di makanan sekolah ini kini menjadi perhatian serius pemerintah daerah Bihar sekaligus mengingatkan pentingnya pengawasan ketat terhadap kebersihan makanan dalam program pangan massal untuk anak-anak.
Referensi:
DetikFood
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kuliner Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kuliner — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Nasi ayam Hainan menjadi salah satu menu populer yang identik dengan kuliner Singapura. Hidangan ini dikenal memiliki cita rasa gurih...
Asem-asem daging buncis wortel menjadi salah satu menu rumahan khas Nusantara yang masih banyak digemari hingga sekarang. Hidangan ini dikenal...