Prediksi Tren Makanan Sehat Paling Dicari Tahun 2026 dengan Manfaat Kesehatan

Sejumlah tren makanan sehat diprediksi booming pada 2026, mulai dari beauty foods hingga creatine. Simak daftar lengkap dan alasannya di sini. (Foto: iStock/Site Culinary)

Sejumlah tren makanan sehat diprediksi booming pada 2026, mulai dari beauty foods hingga creatine

Tren makanan sehat sering kali berubah seiring perkembangan gaya hidup. Apa yang dulu sempat menjadi primadona, kini bisa saja bergeser atau bahkan hilang. Namun, selalu ada pola baru yang menarik untuk diperhatikan, terutama saat berbicara tentang nutrisi, kesehatan usus, hingga perawatan tubuh dari dalam.

Memasuki 2026, fokus konsumen makanan sehat tidak lagi sekadar pada protein tinggi atau makanan ramah untuk pengguna GLP-1, tetapi mulai meluas ke kesehatan usus, fungsi otak, metabolisme, dan kecantikan dari dalam. Berdasarkan ulasan para ahli gizi internasional, sejumlah tema lama tetap bertahan tetapi tampil dalam bentuk yang lebih fungsional dan inovatif.

Berikut rangkuman tren makanan sehat yang diprediksi akan mencuri perhatian pada 2026.

Beauty Foods atau Makanan untuk Kecantikan dari Dalam

Konsep beauty from within semakin menguat. Makanan seperti alpukat, salmon, beri, telur, dan ubi jalar sejak lama dikenal bermanfaat untuk kesehatan kulit. Tren 2026 diperkirakan akan membuat manfaat kecantikan ini tampil lebih eksplisit di label produk.

Kolagen tetap menjadi bintang utama berkat perannya dalam menjaga struktur kulit, rambut, dan tulang. Kini, kolagen semakin sering hadir dalam produk siap konsumsi seperti minuman fermentasi, yang sekaligus mendukung kesehatan usus dan tulang.

Bahan aktif seperti resveratrol juga makin dilirik. Produk bernutrisi dengan klaim kecantikan dari dalam diperkirakan akan semakin mudah ditemui di pasaran, terutama bagi konsumen yang ingin merawat kulit secara alami melalui pola makan.

Beef Tallow Kembali Dilirik sebagai Lemak Masak Tradisional

Setelah era plant-based sempat merajai, tren makanan justru bergerak ke arah yang lebih tradisional. Beef tallow, yaitu lemak sapi yang dimurnikan, kembali menarik perhatian sebagai bahan memasak suhu tinggi. Lemak ini dikenal memiliki rasa yang kaya serta daya simpan yang panjang.

Menurut para ahli nutrisi, beef tallow sering dipilih sebagai alternatif alami tanpa pengawet, terutama oleh mereka yang ingin menghindari minyak biji tertentu. Meski begitu, lemak jenuh tetap perlu dikonsumsi dalam batas wajar. Karena itu, beef tallow tidak dimaksudkan untuk menggantikan extra virgin olive oil dalam pola makan harian yang seimbang.

Fiber Maxxing, Tren Konsumsi Serat Tinggi

Jika beberapa tahun terakhir dunia kesehatan fokus pada asupan protein, maka 2026 diprediksi akan menjadi tahunnya serat. Kesadaran akan pentingnya kesehatan usus dan metabolisme membuat banyak konsumen mulai memilih produk tinggi serat.

Serat membantu melancarkan pencernaan, menjaga kadar gula darah, serta memberikan rasa kenyang lebih lama. Target konsumsi serat harian pun kembali digaungkan, yaitu sekitar 25-35 gram per hari.

Tren ini juga diyakini akan mendorong peningkatan konsumsi buah, sayur, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh, bukan hanya serat instan dalam bentuk bubuk atau snack bar.

Fancy Butter, Mentega Naik Kelas sebagai Produk Premium

Dalam tren kembali ke bahan alami, mentega kini dipandang sebagai simbol kesederhanaan dan keaslian memasak rumahan. Penjualannya meningkat, sementara variasinya semakin beragam.

Produk seperti cultured butter dan compound butter dengan tambahan herba atau jamur diprediksi makin populer. Hanya dengan satu hingga dua sendok, cita rasa masakan sudah dapat meningkat signifikan. Tren ini memperlihatkan bahwa konsumen tidak hanya mengejar rasa, tetapi juga pengalaman kuliner yang lebih otentik.

Creatine Tidak Lagi Hanya untuk Binaragawan

Creatine dulunya identik dengan dunia fitness dan binaragawan. Namun riset terbaru membuka wawasan bahwa creatine juga memiliki manfaat penting bagi fungsi otak dan kesehatan kulit.

Senyawa ini membantu produksi energi sel, meningkatkan performa fisik, serta berperan dalam memori jangka pendek dan ketahanan kognitif, terutama saat tubuh kurang tidur. Tidak mengherankan jika creatine diprediksi bakal setara populernya dengan multivitamin pada 2026.

Selain dalam bentuk suplemen, creatine juga secara alami terdapat pada daging sapi, ayam, ikan, daging babi, susu, dan keju seperti Parmesan.

Dengan berkembangnya lima tren utama ini, pola konsumsi masyarakat diperkirakan akan semakin mengarah pada makanan fungsional yang tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi tubuh dalam jangka panjang.

Referensi: CNN Indonesia

📚 ️Baca Juga Seputar Kuliner

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kuliner Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kuliner — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED