Buka Puasa Pakai Gorengan Boleh Saja Ini Syarat Penting dari Dokter
Gorengan menjadi salah satu menu takjil favorit masyarakat Indonesia saat berbuka puasa. Rasa gurih, renyah, dan mudah ditemukan membuat makanan...
Read more
Gangguan Kepribadian Narsistik (Narcissistic Personality Disorder atau NPD) adalah kondisi yang memengaruhi cara seseorang memandang dirinya sendiri sekaligus berinteraksi dengan orang lain. Dalam NPD, kebutuhan untuk dikagumi dan merasa unggul bisa sangat kuat, hingga menyebabkan perilaku yang merugikan diri maupun lingkungan sekitar.
Penderita NPD umumnya memiliki kepercayaan diri berlebih, merasa istimewa, dan menuntut perlakuan istimewa (entitlement). Saat harapannya tidak terpenuhi, mereka mudah marah—kehilangan kesabaran saat merasa diabaikan.
Karena harga diri mereka rapuh, penderita NPD kerap mencari pengakuan. Rasa bahagia mereka kerap tergantung pada pujian orang lain. Tanpa injeksi pengakuan itu, mereka bisa merasa hampa dan cemas.
Orang dengan NPD tidak mudah memahami atau merespon perasaan orang lain. Mereka bisa terlihat dingin, bahkan menganggap perhatian terhadap orang lain sebagai kelemahan.
Kritik kecil sekalipun bisa memicu ledakan amarah yang intens atau ekspresi kemarahan luar biasa. Hal ini dikenal sebagai “narcissistic rage” yang muncul ketika harga diri mereka terganggu.
Mereka sering membayangkan kesuksesan, kekuatan, penampilan ideal, hingga hubungan sempurna. Selain itu, mereka tidak ragu mengeksploitasi orang lain demi menguatkan citra diri mereka.
Rasa iri pada pencapaian orang lain sering kali menyertai NPD. Mereka merasa tersaingi dan meremehkan pencapaian orang lain sebagai usaha untuk meneguhkan superioritas mereka.
Beberapa orang dengan NPD tergolong ‘vulnerable narcissism’: mudah merasa malu atau rendah diri, sering alami kemarahan besar, dan sangat bergantung pada perhatian luar.
Dalam menghadapi konflik atau perbedaan, mereka mudah melihat diri luar biasa, sementara yang berbeda dianggap sepenuhnya buruk. Ini membantu menjaga harga diri mereka tetap ‘’benar’.
Data menyebut NPD dapat terjadi pada 0,5 %–6,2 % populasi dan lebih umum dijumpai pada laki-laki. Faktor genetik, pola asuh ekstrem, atau pengalaman trauma di masa kecil diduga berpotensi berkontribusi pada berkembangnya kondisi ini.
Pengobatan NPD umumnya melalui psikoterapi, seperti terapi kognitif perilaku atau psikodinamik. Terapi sulit dilakukan karena penderita sering kali tidak menganggap dirinya bermasalah. Namun, keberhasilan jangka panjang mungkin dicapai dengan komitmen terhadap proses terapi
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kesehatan Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kesehatan — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Pertumbuhan bisnis kuliner di Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Bersamaan dengan itu, kebutuhan akan bahan baku praktis dengan...
Klub-klub asal Inggris mengalami malam yang sulit pada leg pertama babak 16 besar UEFA Champions League. Dari enam wakil yang...