Sering Berkunang-kunang Setelah Berdiri? Kenali Penyebab dan Kapan Harus Periksa

Sering pusing atau berkunang-kunang saat berdiri? Kenali penyebabnya, mulai dari berdiri terlalu cepat, dehidrasi, anemia hingga gangguan kesehatan tertentu.

Sering pusing atau berkunang-kunang saat berdiri? Kenali penyebabnya, mulai dari berdiri terlalu cepat, dehidrasi, anemia hingga gangguan kesehatan tertentu

Pernah merasa kepala tiba-tiba ringan atau pandangan berkunang-kunang setelah bangkit dari duduk maupun berbaring? Keluhan seperti ini cukup sering dialami dan biasanya hanya berlangsung beberapa detik sebelum tubuh kembali normal.

Meski begitu, pusing saat berdiri dapat berkaitan dengan perubahan tekanan darah yang terjadi ketika tubuh berpindah posisi. Salah satu kondisi yang dapat menyebabkannya adalah hipotensi ortostatik.

Menurut data dari American Academy of Family Physicians, ketika seseorang berdiri, gravitasi dapat membuat sekitar 500 hingga 1.000 mililiter darah berkumpul sementara di tungkai dan area perut. Kondisi tersebut membuat jumlah darah yang kembali menuju jantung berkurang untuk sementara.

Tubuh sebenarnya memiliki mekanisme untuk mengatasi perubahan tersebut. Jantung akan meningkatkan denyutnya, sementara pembuluh darah menyempit agar tekanan darah tetap terjaga dan aliran darah ke otak tidak berkurang terlalu banyak.

Masalah muncul ketika respons tersebut tidak berlangsung cukup cepat atau tidak cukup kuat. Akibatnya, aliran darah menuju otak dapat berkurang sementara sehingga muncul sensasi kepala ringan, pandangan kabur, lemas, bahkan seperti akan pingsan.

Kondisi ini dikenal sebagai orthostatic hypotension atau hipotensi ortostatik, yaitu penurunan tekanan darah yang terjadi ketika seseorang berdiri setelah sebelumnya duduk atau berbaring. Gejalanya umumnya berlangsung singkat, tetapi pada sebagian orang bisa cukup mengganggu.

Penyebab pusing dan berkunang-kunang saat berdiri

Ada berbagai faktor yang dapat membuat tubuh kesulitan mempertahankan tekanan darah ketika posisi berubah.

1. Berdiri terlalu cepat

Bangkit secara tiba-tiba dari posisi duduk atau berbaring membuat tubuh hanya memiliki sedikit waktu untuk menyesuaikan tekanan darah. Mekanisme kompensasi tubuh bisa terlambat bekerja sehingga seseorang merasakan kepala ringan atau pandangan menghitam.

Karena itu, orang yang sering mengalami keluhan ini sebaiknya tidak langsung berdiri setelah duduk atau berbaring cukup lama. Berikan waktu beberapa detik agar tubuh dapat beradaptasi.

2. Kekurangan cairan

Dehidrasi merupakan salah satu penyebab yang cukup umum. Ketika tubuh kekurangan cairan, volume darah ikut menurun sehingga tekanan darah lebih sulit dipertahankan ketika seseorang berdiri.

Baca Juga:  Batas Aman Makan Telur dalam Seminggu agar Kolesterol Tetap Terkontrol

Kekurangan cairan dapat terjadi setelah banyak berkeringat, mengalami muntah atau diare, berolahraga berat, maupun karena kurang minum. Sumber medis juga menyebut dehidrasi sebagai salah satu pemicu umum hipotensi ortostatik.

3. Anemia atau kehilangan darah

Anemia menyebabkan jumlah sel darah merah yang membawa oksigen menjadi lebih rendah. Kondisi tertentu yang menyebabkan kehilangan darah juga dapat menurunkan volume darah.

Ketika kondisi tersebut berlangsung, tubuh bisa lebih kesulitan menjaga pasokan darah dan oksigen ke jaringan, terutama ketika terjadi perubahan posisi secara cepat. Jika pusing saat berdiri terus berulang, dokter dapat mempertimbangkan pemeriksaan darah untuk mencari kemungkinan anemia.

4. Efek obat tertentu

Beberapa obat dapat memengaruhi tekanan darah atau kemampuan tubuh beradaptasi ketika berdiri. Obat penurun tekanan darah, diuretik, obat pelebar pembuluh darah, serta beberapa jenis obat untuk kondisi tertentu termasuk yang dapat meningkatkan risiko hipotensi ortostatik.

Jika keluhan mulai muncul setelah mengonsumsi obat tertentu, jangan langsung menghentikan penggunaannya sendiri. Konsultasikan dengan dokter agar dapat dinilai apakah obat tersebut memang berperan dan apakah diperlukan penyesuaian dosis atau jenis obat.

5. Diabetes

Diabetes yang berlangsung dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan saraf. Salah satu dampaknya adalah terganggunya saraf otonom yang membantu mengatur fungsi tubuh secara otomatis, termasuk tekanan darah dan denyut jantung.

Akibatnya, pembuluh darah mungkin tidak dapat menyempit secara optimal ketika seseorang berdiri. Kondisi tersebut kemudian dapat memicu penurunan tekanan darah dan rasa pusing.

6. Gangguan jantung

Masalah pada jantung juga dapat membuat tubuh kesulitan mempertahankan tekanan darah ketika posisi berubah. Gangguan irama jantung, denyut jantung yang terlalu lambat, masalah katup jantung, hingga gagal jantung termasuk kondisi yang dapat berkaitan dengan tekanan darah rendah dan hipotensi ortostatik.

7. Gangguan sistem saraf

Pada sebagian orang, penyebabnya bukan hanya kurang minum atau perubahan posisi yang terlalu cepat. Gangguan pada sistem saraf otonom juga dapat menghambat kemampuan tubuh dalam mengatur tekanan darah.

Beberapa gangguan saraf, termasuk penyakit Parkinson dan kondisi tertentu yang menyebabkan neuropati, dapat mengganggu mekanisme tersebut. Karena itu, pusing yang muncul berulang dan disertai gejala lain perlu mendapatkan perhatian lebih lanjut.

Baca Juga:  Nutrisi Penting untuk Optimalkan Kognitif Anak Sejak Dini

Kapan pusing saat berdiri perlu diperiksa?

Sesekali merasa sedikit berkunang-kunang setelah berdiri terlalu cepat belum tentu menunjukkan masalah kesehatan serius. Keluhan ringan yang segera hilang dapat terjadi karena tubuh membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan posisi.

Namun, pusing saat berdiri yang sering berulang, semakin berat, menyebabkan jatuh atau pingsan, maupun mengganggu aktivitas sehari-hari sebaiknya tidak diabaikan.

Menurut sumber medis, kehilangan kesadaran meski hanya berlangsung singkat perlu mendapatkan perhatian medis. Pemeriksaan juga penting apabila keluhan terjadi berulang karena hipotensi ortostatik yang menetap dapat menjadi tanda adanya kondisi kesehatan lain.

Dokter biasanya akan menanyakan riwayat keluhan, obat yang dikonsumsi, serta kondisi kesehatan lainnya. Tekanan darah dan denyut jantung juga dapat diperiksa dalam posisi berbaring dan berdiri.

Dalam kondisi tertentu, pemeriksaan darah dapat dilakukan untuk mencari anemia atau masalah kadar gula darah. Pemeriksaan jantung seperti elektrokardiogram juga dapat dipertimbangkan. Sementara itu, tilt table test dapat digunakan untuk melihat bagaimana tubuh merespons perubahan posisi.

Untuk keluhan ringan, beberapa langkah sederhana dapat membantu. Salah satunya adalah membiasakan diri bangkit secara perlahan dari posisi berbaring atau duduk. Asupan cairan yang cukup juga penting, terutama jika pusing berkaitan dengan dehidrasi. ANTARA juga menyebut berdiri secara perlahan, menjaga hidrasi, berolahraga secara rutin, dan pada kondisi tertentu menggunakan stoking kompresi sebagai langkah yang dapat membantu mengurangi risiko keluhan.

Jika pusing mulai terasa ketika sudah berdiri, segera duduk atau berbaring kembali agar tidak kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Penanganan selanjutnya tetap perlu disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya.

Referensi:
CNN Indonesia

📚 ️Baca Juga Seputar Kesehatan

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kesehatan Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kesehatan — semua ada di sana!

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED