Harga Minyak Dunia Terus Naik, Ketegangan Selat Hormuz Bikin Pasar Waspada
Harga minyak dunia kembali menguat pada perdagangan Rabu (19/8/2026). Kenaikan ini memperpanjang tren positif selama empat hari berturut-turut, ketika pasar...
Read more
Pemerintah Venezuela kembali memperbarui jumlah korban akibat gempa kembar yang mengguncang wilayah pesisir Karibia pada Rabu (24/6) waktu setempat. Hingga dua hari setelah bencana, sedikitnya 920 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 3.360 orang lainnya mengalami luka-luka.
Berdasarkan data pemerintah Venezuela, sebanyak 172 orang masih diyakini terjebak di bawah reruntuhan bangunan yang ambruk. Selain itu, lebih dari 50.000 warga dilaporkan belum diketahui keberadaannya setelah gempa melanda sejumlah wilayah.
Menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), dua gempa yang terjadi secara berurutan memiliki kekuatan Magnitudo 7,2 dan Magnitudo 7,5. Fenomena tersebut dikategorikan sebagai gempa doublet atau gempa kembar, yakni dua gempa besar yang terjadi dalam waktu berdekatan di kawasan yang sama.
Guncangan kuat menyebabkan banyak bangunan runtuh, merusak infrastruktur penting termasuk bandara utama Venezuela, serta memicu operasi pencarian dan penyelamatan dalam skala besar.
Memasuki hari kedua pascabencana, sejumlah wilayah terdampak mulai mengalami kesulitan mendapatkan bantuan. Salah satu daerah yang paling terdampak adalah negara bagian La Guaira.
Menurut laporan di lapangan, warga bersama relawan terpaksa membongkar puing bangunan menggunakan tangan kosong karena minimnya alat berat dan belum meratanya kehadiran petugas penyelamat.
Situasi tersebut memicu meningkatnya kemarahan masyarakat terhadap pemerintah. Saat Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, mengunjungi salah satu kawasan terdampak di Caracas, ia disambut teriakan protes dari warga yang keluarganya masih terjebak di bawah reruntuhan.
“Pemerintah tidak melakukan apa pun untuk rakyat,” teriak sejumlah warga saat kunjungan berlangsung.
Di tengah proses evakuasi, gempa susulan juga masih terjadi. Pemerintah mencatat guncangan berkekuatan Magnitudo 4,9 kembali dirasakan di Caracas dan Maracay pada Jumat (26/6), sehingga meningkatkan kekhawatiran warga yang masih bertahan di lokasi pengungsian.
Korban jiwa juga mencakup warga negara asing. Berdasarkan data yang dihimpun AFP, sedikitnya 19 warga negara asing dipastikan meninggal dunia akibat bencana tersebut. Mereka terdiri atas sembilan warga Portugal, lima warga Spanyol, dua warga Brasil, dua warga China, serta satu warga Italia-Venezuela.
Selain itu, pemerintah Portugal dan Spanyol melaporkan puluhan warganya masih belum diketahui keberadaannya. Tercatat sebanyak 56 warga Portugal dan 133 warga Spanyol masih dalam proses pencarian.
Tim penyelamat terus melakukan operasi pencarian di berbagai lokasi terdampak. Fokus utama saat ini adalah menemukan korban yang masih tertimbun reruntuhan sekaligus menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat gempa.
Referensi:
detikNews
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
TikTok disebut sedang mengembangkan fitur baru yang memungkinkan pengguna mengirim dan menerima uang melalui pesan langsung atau direct message (DM)....
YouTube akan mengubah cara menghitung jumlah penayangan video di platformnya mulai 24 Agustus 2026. Dengan sistem baru ini, sebuah video...