ISPA di Kotawaringin Barat Melonjak, 515 Kasus Tercatat Saat Karhutla

Kasus ISPA di Kotawaringin Barat mencapai 515 dalam sepekan di tengah kabut asap karhutla. Dinkes Kobar terus memantau tren peningkatan kasus.

Kasus ISPA di Kotawaringin Barat mencapai 515 dalam sepekan di tengah kabut asap karhutla

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, mulai diikuti peningkatan gangguan pernapasan. Dinas Kesehatan Kobar mencatat 515 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dalam satu pekan.

Angka tersebut tercatat pada minggu ke-32 tahun 2026 berdasarkan pemantauan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) Dinas Kesehatan Kobar. Kenaikan ini menjadi perhatian karena terjadi setelah kasus ISPA menunjukkan tren meningkat dalam beberapa pekan sebelumnya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kobar, dr. Jhonferi Sidabalok, mengatakan perkembangan kasus masih perlu dipantau secara berkala.

“Tren kasus ISPA menunjukkan pola fluktuatif dengan peningkatan yang cukup nyata pada minggu ke-28 sampai minggu ke-32. Dinas Kesehatan mencatat sekitar 515 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) hanya dalam satu pekan,” kata Jhonferi Sidabalok, Kepala Bidang P2P Dinkes Kobar.

Berdasarkan data Dinkes Kobar, peningkatan tersebut tidak terjadi secara tiba-tiba. Kasus telah menunjukkan pola naik turun sejak minggu ke-28 dan kemudian mengalami peningkatan yang cukup terlihat hingga minggu ke-32.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena terjadi ketika sejumlah wilayah Kobar masih menghadapi persoalan karhutla dan paparan asap. Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat sebelumnya juga memperpanjang status tanggap darurat karhutla hingga 4 September 2026.

Berdasarkan data BPBD Kobar per 18 Agustus, luas lahan yang terbakar telah mencapai 859,49 hektare dengan 189 kejadian karhutla dan 461 titik panas. Kecamatan Arut Selatan dan Kumai menjadi wilayah dengan dampak paling luas.

Baca Juga:  BNN Bongkar Sarang Narkoba Kampung Bahari, Senpi hingga Kendaraan Disita

Puskesmas Sungai Rangit Catat Kasus Tertinggi

Jika dilihat berdasarkan wilayah layanan kesehatan, Puskesmas Sungai Rangit mencatat laporan kasus tertinggi, yakni 1.933 kasus atau sekitar 16,43 persen.

Posisi berikutnya ditempati Puskesmas Madurejo dengan 1.169 kasus atau 9,94 persen. Sementara Puskesmas Kumai mencatat 1.152 kasus atau 9,79 persen.

“Sementara itu, Puskesmas Karang Mulya mencatat 914 kasus dan Puskesmas Mendawai sebanyak 905 kasus,” kata Jhonferi.

Dinkes Kobar menilai data tersebut perlu dianalisis lebih lanjut berdasarkan wilayah dan kelompok umur. Langkah itu diperlukan untuk melihat pola persebaran kasus sekaligus mengetahui kelompok masyarakat yang paling terdampak.

Sebelumnya, peningkatan ISPA juga telah terlihat di sejumlah wilayah kerja puskesmas Kobar. Pada periode minggu ke-26 hingga minggu ke-30, empat puskesmas masuk kategori dengan kasus ISPA tinggi. Puskesmas Sungai Rangit menjadi salah satu wilayah dengan jumlah kasus yang paling menonjol.

Di sisi lain, penanganan karhutla masih menjadi perhatian pemerintah daerah. Pada 26 Agustus, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran meninjau langsung penanganan karhutla di wilayah Arut Selatan, Kotawaringin Barat. Peninjauan dilakukan karena luas dan kejadian karhutla di wilayah tersebut terus bertambah.

Dengan kondisi tersebut, pemantauan kesehatan masyarakat menjadi bagian penting dalam penanganan dampak kabut asap. Dinkes Kobar terus menggunakan data SKDR untuk melihat perkembangan kasus dari waktu ke waktu dan mengidentifikasi wilayah yang membutuhkan perhatian lebih.

Baca Juga:  Anwar Usman Dapat Peringatan karena Sering Tidak Hadir Sidang dan Rapat MK

Referensi:
Detik

📚 ️Baca Juga Seputar Nasional

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED