Demo DPR 27 Agustus Ganggu Transjakarta, Cek Perubahan Rute lewat HP
Aksi demonstrasi yang berlangsung di sekitar Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, pada Kamis (27/8/2026) berdampak pada sejumlah ruas jalan....
Read more
Pemblokiran akun WhatsApp yang dialami aktivis Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) Supriyono alias Botok ikut mendapat perhatian Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta Meta.
Persoalan tersebut mencuat setelah sejumlah pengguna WhatsApp mengeluhkan akun mereka tiba-tiba dinonaktifkan. Komdigi kemudian meminta penjelasan kepada Meta setelah menerima banyak laporan serupa dari masyarakat.
Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi Alexander Sabar mengatakan pihaknya telah mengirimkan surat kepada Meta pada 14 Agustus 2026 untuk meminta klarifikasi. Namun, respons yang diharapkan tidak diterima hingga batas waktu yang diberikan.
Komdigi kemudian memanggil perwakilan Meta untuk memberikan penjelasan secara langsung di kantor Komdigi, Jakarta.
Menurut Alexander, Komdigi tidak mengetahui secara spesifik status akun WhatsApp milik Botok yang disebut mengalami pemblokiran.
“Nah itu dalam posisi kami di regulator tidak mengetahui hal itu,” kata Alexander Sabar, Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi.
Meski demikian, pertemuan tersebut memberikan penjelasan mengenai penyebab pemblokiran sejumlah akun WhatsApp yang terjadi dalam waktu berdekatan.
Kepala Kebijakan WhatsApp dan Messenger Meta Asia Pasifik Esther Samboh menjelaskan bahwa pemblokiran sejumlah akun terjadi karena kesalahan sistem dalam mendeteksi akun yang dianggap melakukan pelanggaran.
Menurut Esther, WhatsApp memiliki sistem yang mempelajari berbagai sinyal perilaku pengguna untuk mendeteksi aktivitas yang berpotensi melanggar ketentuan layanan. Salah satu sinyal yang diperhatikan adalah aktivitas spam atau penyalahgunaan platform.
Sistem tersebut digunakan karena WhatsApp menerapkan enkripsi end-to-end, sehingga isi percakapan pengguna tidak dapat dibaca oleh WhatsApp. Karena itu, sistem mengandalkan sinyal tertentu dari aktivitas akun untuk mendeteksi perilaku yang dianggap melanggar aturan.
Namun, dalam kejadian terbaru, sistem tersebut mengalami kesalahan ketika melakukan proses deteksi dan penindakan. Akibatnya, sejumlah akun pengguna yang sebenarnya tidak melanggar aturan ikut terkena pemblokiran.
“Ini memang kesalahan sistem yang langsung dimitigasi,” kata Esther Samboh, Kepala Kebijakan WhatsApp dan Messenger Meta Asia Pasifik.
Berdasarkan penjelasan Meta, masalah tersebut tidak secara khusus menyasar pengguna di Indonesia. Pemblokiran akun terjadi secara global sehingga bukan merupakan kebijakan yang ditujukan kepada pengguna Indonesia.
“Hal ini terjadi secara global. Jadi bukan, tidak ada upaya secara terkoordinasi untuk Indonesia,” tutur Esther.
ANTARA juga melaporkan bahwa Meta mengakui pemblokiran sejumlah akun WhatsApp di Indonesia terjadi akibat kesalahan sistem dalam mendeteksi aktivitas yang dinilai melanggar ketentuan layanan. (antaranews.com)
Sebagian besar akun yang terdampak disebut telah dipulihkan. Sementara pengguna yang masih mengalami masalah dapat menggunakan mekanisme banding yang tersedia langsung di dalam aplikasi WhatsApp.
Menurut informasi dari Kemkomdigi, WhatsApp menyatakan pengajuan banding pengguna terdampak akan ditinjau dalam waktu kurang dari 24 jam. Pemerintah juga meminta proses pemulihan dilakukan secepat mungkin agar masyarakat dapat kembali menggunakan akun mereka.
Komdigi sebelumnya menerima banyak keluhan terkait akun WhatsApp yang tiba-tiba dinonaktifkan. Pemanggilan Meta dilakukan untuk mendapatkan penjelasan mengenai penyebab persoalan sekaligus memastikan langkah pemulihan bagi pengguna terdampak.
Bagi pengguna yang akunnya masih terblokir, Meta menyarankan agar mengajukan banding melalui aplikasi WhatsApp. Proses tersebut akan digunakan untuk meninjau kembali status akun yang dinonaktifkan akibat kesalahan sistem.
Kasus yang dialami Botok menjadi salah satu laporan yang muncul di tengah persoalan pemblokiran massal tersebut. Namun, Komdigi menegaskan pihaknya tidak memiliki informasi teknis secara spesifik mengenai status akun individu tersebut.
Referensi:
CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internet Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internet — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Google mulai menggulirkan Motion Assist, fitur baru pada Android 17 yang dirancang untuk membantu mengurangi rasa mual atau mabuk perjalanan...
Pemblokiran akun WhatsApp yang dialami aktivis Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) Supriyono alias Botok ikut mendapat perhatian Kementerian Komunikasi dan...