Terungkap Alasan Kenapa Semakin Tua Semakin Sulit Tidur Nyenyak
Perubahan usia tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga memengaruhi pola tidur. Banyak orang mulai merasakan bahwa semakin bertambah...
Read more
Kesadaran masyarakat terhadap kandungan gula dalam makanan dan minuman mulai meningkat, terutama sejak hadirnya label Nutri Level pada kemasan pangan siap saji. Label ini memudahkan konsumen memahami kadar gula, garam, dan lemak dalam suatu produk.
Menurut Kepala BPOM Taruna Ikrar, kondisi kesehatan masyarakat Indonesia saat ini cukup mengkhawatirkan. “Dan hampir 11 persen penduduk kita menderita diabetes. Data dari Kementerian Kesehatan sekitar 31 juta penduduk kita ada yang pre diabetik, ada yang sudah diabetik,” kata Taruna Ikrar.
Di tengah kondisi tersebut, ada satu pola konsumsi yang sering luput dari perhatian, yaitu liquid calories atau kalori dalam bentuk cair. Minuman manis kerap dianggap ringan karena tidak memberikan rasa kenyang, padahal tetap menyumbang asupan gula dalam jumlah besar.
Liquid calories berasal dari berbagai jenis minuman seperti kopi susu, jus buah, teh manis, minuman bersoda, hingga minuman isotonik. Dalam satu botol minuman manis, kandungan gula bisa mencapai 20 hingga 35 gram, bahkan ada yang melebihi batas anjuran harian.
Berbeda dengan makanan padat, minuman manis tidak memberikan sinyal kenyang. Gula dalam bentuk cair juga lebih cepat diserap tubuh karena minim serat, sehingga dapat memicu lonjakan gula darah dalam waktu singkat.
Beberapa jenis minuman yang umum dikonsumsi sehari hari ternyata menjadi penyumbang utama liquid calories.
Kopi susu kekinian misalnya, bisa mengandung sekitar 20 hingga 30 gram gula per gelas tergantung tambahan pemanis. Konsumsi rutin tanpa disadari dapat membuat asupan gula harian melebihi batas aman.
Jus buah juga sering dianggap sehat, padahal proses pengolahan mengurangi serat alami buah. Akibatnya, gula lebih cepat diserap tubuh. Segelas jus bisa mengandung sekitar 15 hingga 25 gram gula alami, dan akan meningkat jika ditambah gula.
Teh manis yang terlihat ringan pun memiliki kandungan gula sekitar 15 hingga 30 gram per gelas. Jika diminum lebih dari sekali sehari, jumlahnya bisa menumpuk tanpa disadari.
Minuman bersoda menjadi salah satu yang paling tinggi kandungan gulanya. Dalam satu kaleng, gula bisa mencapai 30 hingga 40 gram, bahkan sudah melampaui batas anjuran harian.
Sementara itu, minuman isotonik yang sering dikonsumsi setelah olahraga juga mengandung gula sekitar 10 hingga 20 gram. Jika diminum tanpa aktivitas fisik yang intens, gula tersebut tetap menjadi tambahan asupan harian.
Kesadaran untuk membatasi konsumsi minuman manis menjadi langkah penting. Air putih tetap menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh, sementara alternatif seperti teh tanpa gula atau infused water bisa membantu mengurangi asupan gula.
Membaca label kandungan gizi, mengontrol frekuensi konsumsi, dan memilih minuman yang lebih sehat dapat menjadi langkah sederhana untuk menjaga keseimbangan asupan harian.
Referensi:
Detik
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kesehatan Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kesehatan — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Kisah memilukan datang dari Banyumas, saat seorang ibu berinisial SF dikabarkan tengah berjuang melahirkan di ruang bersalin, namun di waktu...
Kasus pembunuhan terhadap seorang wanita berinisial I (49) di Perumahan Pondok Pakulonan, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, mulai menemukan titik...