Xiaomi Oppo dan Vivo Bersatu Atasi Masalah HP Android Lemot
Masalah HP Android yang sering lemot, cepat panas, hingga aplikasi yang tiba-tiba tertutup sendiri masih menjadi keluhan banyak pengguna. Menjawab...
Read more
Wacana perubahan desain smartphone kembali mencuat setelah Uni Eropa menetapkan aturan baru terkait baterai perangkat. Regulasi ini mewajibkan produsen elektronik, termasuk smartphone, untuk menghadirkan baterai yang bisa dilepas pasang oleh pengguna mulai tahun 2027.
Menanggapi hal tersebut, Xiaomi Indonesia menyatakan masih mempelajari dampak kebijakan tersebut terhadap produk yang akan dipasarkan, termasuk di Indonesia.
Menurut Marketing Director Xiaomi Indonesia, Andi Renreng, pihaknya belum dapat memberikan komentar detail terkait implementasi aturan tersebut. “Saat ini kami belum dapat memberikan komentar lebih lanjut. Namun pada prinsipnya, setiap produk Xiaomi akan disesuaikan dengan regulasi yang berlaku di masing masing negara,” kata Andi Renreng.
Regulasi ini merupakan bagian dari kebijakan Right to Repair yang diperkenalkan Uni Eropa sejak 2023. Tujuannya adalah untuk mengatasi masalah degradasi baterai, memperpanjang عمر perangkat, serta mengurangi limbah elektronik yang semakin meningkat.
Selain itu, kebijakan ini juga bertujuan untuk memudahkan konsumen dalam memperbaiki perangkat mereka secara mandiri, tanpa harus bergantung pada layanan servis resmi yang sering kali memakan biaya tinggi.
Meski aturan ini hanya berlaku di wilayah Uni Eropa, dampaknya diperkirakan akan meluas ke pasar global. Hal ini disebabkan oleh sistem produksi massal yang biasanya mengikuti satu standar desain untuk berbagai negara.
Fenomena serupa sebelumnya terjadi saat Uni Eropa mewajibkan penggunaan port USB Type C pada perangkat elektronik. Kebijakan tersebut akhirnya mendorong perubahan desain pada berbagai produk global, termasuk iPhone generasi terbaru.
Namun demikian, aturan baterai lepas pasang ini tidak serta merta mengembalikan desain smartphone ke model lama dengan penutup belakang yang mudah dibuka. Regulasi ini lebih menekankan pada kemudahan penggantian baterai oleh pengguna tanpa memerlukan alat khusus.
Artinya, produsen tetap bisa menggunakan desain modern dengan sekrup atau pengait tertentu. Namun, mereka wajib menyediakan alat pembongkar sederhana dalam paket penjualan agar pengguna dapat mengganti baterai secara mandiri.
Selain smartphone dan tablet, aturan ini juga akan berlaku pada perangkat lain seperti kacamata pintar dan konsol game. Bahkan, beberapa laporan menyebut perangkat seperti Nintendo Switch generasi terbaru sudah mulai mempertimbangkan desain yang lebih mudah diperbaiki.
Dengan adanya regulasi ini, industri teknologi diprediksi akan mengalami penyesuaian besar, terutama dalam hal desain produk dan strategi produksi. Xiaomi dan produsen lainnya kemungkinan akan menyesuaikan lini produk mereka agar tetap memenuhi standar global sekaligus mempertahankan inovasi.
Referensi:
CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Gadget Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia gadget — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Sebuah video yang memperlihatkan siswi bersikap tidak sopan terhadap guru di dalam kelas viral di media sosial dan menghebohkan publik...
Era baru aplikasi pesan instan mulai terlihat. WhatsApp kini tengah menguji layanan berlangganan opsional bernama WhatsApp Plus, yang menawarkan berbagai...