Oppo Find X9 Ultra Segera Hadir di Indonesia Ini Keunggulan Kamera dan Performanya
Oppo Indonesia resmi mengonfirmasi kehadiran Oppo Find X9 Ultra di pasar Tanah Air. Smartphone flagship ini langsung menarik perhatian karena...
Read more
Industri teknologi global kembali menghadapi tekanan besar setelah munculnya krisis baru dalam rantai pasok, yakni kelangkaan prosesor (CPU). Setelah sebelumnya dunia teknologi dihantui kekurangan chip memori dan GPU, kini kondisi yang lebih serius justru terjadi pada komponen inti komputer.
Berdasarkan laporan Digitimes, stok prosesor dari dua pemain utama, yaitu Intel dan AMD, dilaporkan menipis bahkan hampir habis di pasaran. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada segmen konsumen, tetapi juga mengganggu produksi PC secara global, termasuk sektor komputasi industri.
Menurut laporan tersebut, kelangkaan ini tergolong lebih parah dibandingkan krisis sebelumnya. Bahkan, dalam beberapa kasus, prosesor tetap sulit didapat meski pembeli bersedia membayar dengan harga jauh di atas normal.
Salah satu faktor utama di balik kelangkaan ini adalah meningkatnya kebutuhan komputasi untuk teknologi kecerdasan buatan atau AI. Jika sebelumnya AI lebih banyak bergantung pada GPU, kini model terbaru juga membutuhkan performa CPU tinggi untuk mengelola aliran data dan sistem otomatisasi.
Kondisi ini membuat produsen semikonduktor mengambil langkah strategis. Intel dan AMD kini lebih memprioritaskan produksi prosesor untuk data center, seperti seri Intel Xeon Clearwater Forest dan AMD EPYC Venice.
Menurut analisis industri, keputusan ini didorong oleh faktor bisnis. Chip server memiliki margin keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan prosesor desktop, terutama karena permintaan dari perusahaan cloud dan superkomputer terus meningkat.
Akibatnya, prosesor kelas menengah untuk konsumen seperti gamer dan kreator konten menjadi semakin langka karena dialihkan ke kebutuhan industri besar.
Kelangkaan CPU ini berdampak langsung pada harga perangkat. Para perakit PC dan konsumen menjadi pihak yang paling merasakan efeknya.
Berdasarkan data dari rantai pasok industri, harga CPU desktop diperkirakan akan meningkat antara 15 hingga 30 persen akibat keterbatasan pasokan. Selain itu, waktu tunggu yang sebelumnya hanya sekitar dua minggu kini bisa mencapai beberapa bulan.
Tidak hanya komponen, perangkat jadi seperti laptop juga akan terdampak. Vendor besar seperti ASUS dan Acer diperkirakan akan menaikkan harga produk hingga 30 persen pada beberapa model dalam waktu dekat.
Sejak awal 2026, kesenjangan antara permintaan dan pasokan chip terus melebar. Hal ini memperburuk kondisi pasar yang sebelumnya sudah tidak stabil akibat fluktuasi produksi global.
Untuk jangka panjang, industri kini berharap pada pengembangan teknologi fabrikasi terbaru dari Intel, yaitu Intel 18A. Generasi prosesor mendatang seperti Panther Lake diharapkan mampu memperbaiki situasi dan meningkatkan kapasitas produksi.
Namun sebelum solusi tersebut benar benar berjalan optimal, konsumen diperkirakan harus menghadapi kondisi sulit, terutama bagi mereka yang berencana membeli laptop atau merakit PC baru dalam waktu dekat.
Referensi:
Kompas
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉
Kumpulan Artikel dan Berita Gadget Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia gadget — semua ada di sana!Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Insiden cekcok terjadi antara pengendara motor dan ojek online (ojol) di Jalan Jaksa, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat. Perselisihan dipicu oleh...
Peran ayah dalam kehidupan anak, khususnya anak perempuan, kerap kali kurang mendapat perhatian. Padahal, keterlibatan ayah terbukti memiliki dampak besar...