Pemerintah Pastikan Indonesia Stop Impor Beras Industri Mulai 2026
Pemerintah memastikan Indonesia setop impor beras untuk kebutuhan industri mulai 2026. Keputusan ini sejalan dengan kebijakan pemenuhan kebutuhan pangan pokok...
Read more
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyoroti keberhasilan sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai simbol ketangguhan ekonomi digital Indonesia. Menurut Airlangga, sistem ini membuat Indonesia semakin percaya diri menghadapi tantangan global, termasuk potensi ancaman tarif dari negara lain seperti Amerika Serikat (AS).
“Jadi jangan khawatir di bidang digital itu kita kalah, kita di digital ini sangat menguasai. Bahkan, ekonomi digital kita US$150 miliar (sekitar Rp2.400 triliun) dan tidak takut terhadap tarif-tarifan. Karena barangnya itu bisa berjalan,” kata Airlangga dalam acara 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Kamis (16/10/2025).
Menurutnya, nilai ekonomi digital Indonesia pada 2025 diperkirakan mencapai US$150 miliar, didukung oleh keberhasilan implementasi QRIS yang kini sudah meluas hingga ke luar negeri.
Airlangga menyampaikan bahwa saat ini pengguna QRIS telah menembus 56 juta pengguna, jauh melampaui jumlah pengguna kartu kredit di Indonesia yang tercatat sekitar 18,8 juta berdasarkan data Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) per Juni 2025.
“QRIS rupanya menyalip penggunaan credit card. Makanya berbagai operator mulai jengah melihat bagaimana kita bisa bergerak cepat dan jumlah pengguna QRIS sudah 56 juta. Jadi kita mempunyai resilience,” ujarnya.
Selain itu, Indonesia telah menandatangani kesepakatan Local Currency Transaction (LCT) dengan sejumlah negara untuk memperluas penerapan QRIS lintas batas. Melalui kerja sama ini, QRIS dapat digunakan di Malaysia, Thailand, Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, hingga Uni Emirat Arab (UEA).
Airlangga menegaskan, perkembangan ekonomi digital ini menjadi katalis utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju target 8 persen. Ia menambahkan bahwa salah satu indikator kekuatan ekonomi digital dapat dilihat dari meningkatnya sektor logistik dan pergudangan di tanah air.
“Salah satu tanda-tanda perkembangan ekonomi digital adalah bisnis logistik dan warehouse yang tumbuhnya 8 persen, jauh di atas pertumbuhan ekonomi,” kata Airlangga.
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Citroen kembali menarik perhatian pasar otomotif dengan menghadirkan mobil hatchback berharga terjangkau. Pabrikan asal Prancis tersebut resmi meluncurkan Citroen C3...
Cuaca hujan yang kerap terjadi dalam beberapa waktu terakhir menjadi tantangan tersendiri bagi pemilik kendaraan. Air hujan yang menempel di...