Kemlu Pastikan WNI di Iran Aman di Tengah Penutupan Wilayah Udara
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia memastikan seluruh warga negara Indonesia (WNI) di Iran berada dalam kondisi aman di tengah situasi...
Read more
Iran kembali menjadi pusat perhatian internasional setelah demonstrasi massal mengguncang negara tersebut selama lebih dari dua pekan. Aksi protes yang awalnya dipicu krisis ekonomi kini berkembang menjadi penentangan terbuka terhadap rezim Republik Islam di Teheran. Di balik dinamika domestik tersebut, posisi Iran yang strategis membuat gejolak internalnya berimbas langsung pada kepentingan global.
Secara geografis, Iran berada di titik krusial yang menghubungkan Eropa, Timur Tengah, dan Asia, serta membentang di antara Laut Kaspia dan Teluk Persia. Berdasarkan data lembaga energi internasional, Iran juga memiliki cadangan minyak terbesar ketiga dan cadangan gas terbesar kedua di dunia. Kombinasi faktor geografis, energi, ambisi politik regional, serta program nuklir menjadikan Iran aktor kunci yang sulit diabaikan.
Pemerintah Iran menuding bahwa demonstrasi yang terjadi ditunggangi kekuatan asing, terutama Amerika Serikat dan Israel. Tuduhan ini muncul seiring meningkatnya tekanan eksternal dan ancaman intervensi dari Washington. Ironisnya, di tengah eskalasi protes domestik, elite kekuasaan Iran justru menyatakan kesiapan untuk kembali berunding dengan Amerika Serikat terkait isu nuklir.
Menurut Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Teheran siap memasuki putaran baru perundingan nuklir dengan Washington. “Saya kira mereka sudah lelah terus dipecundangi Amerika Serikat,” kata Donald Trump kepada wartawan di pesawat Air Force One.
Hubungan Iran dan Amerika Serikat memang telah memburuk sejak Revolusi Islam 1979 dan pendudukan Kedutaan Besar AS di Teheran. Sejak saat itu, relasi kedua negara diwarnai permusuhan ideologis, sanksi ekonomi, konflik bersenjata, serta sengketa panjang mengenai program nuklir Iran. Washington menuntut penghentian total pengayaan uranium, sementara Teheran membantah tuduhan pengembangan senjata nuklir meski mengakui telah memperkaya uranium hingga 60 persen.
Situasi semakin rumit setelah Trump berulang kali mengancam akan melancarkan serangan militer jika aparat keamanan Iran bertindak brutal terhadap demonstran. Namun, skala penindasan di lapangan sulit diverifikasi. Sejak 9 Januari, akses internet dan hampir seluruh komunikasi Iran dengan dunia luar diputus. Televisi pemerintah Iran menyebut demonstran sebagai teroris dan menayangkan gambar korban tewas akibat bentrokan dengan aparat.
Menurut Kementerian Luar Negeri Iran, Teheran menginginkan perdamaian, namun siap menghadapi intervensi militer asing. Analis Iran Fatemeh Aman menilai bahwa ancaman eksternal lebih berkaitan dengan dampaknya terhadap struktur kekuasaan internal Iran.
“Tekanan eksternal tidak selalu melemahkan rezim, bahkan kerap memperkuatnya,” kata Fatemeh Aman, analis politik Iran.
Ia menambahkan bahwa ancaman dari luar sering dijadikan dalih untuk memperketat keamanan, membungkam demonstrasi, dan meredam konflik elite. Aman menilai Trump cenderung mengutamakan kepentingan strategis Amerika Serikat dan menghindari perang berkepanjangan. Target utamanya adalah mengubah perilaku Republik Islam melalui tekanan dan sanksi, bukan menggulingkan rezim secara langsung.
Perang skala luas antara Amerika Serikat dan Iran, meski tidak berujung pada pergantian rezim, diperkirakan akan berdampak luas pada kawasan. Gangguan pasokan energi, meningkatnya ketidakamanan regional, tekanan ekonomi global, serta meluasnya konflik proksi menjadi risiko nyata. Dukungan regional terhadap perang semacam itu dinilai sangat minim.
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
π± Saluran Trenmedia π³ Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang β update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Drama Korea terbaru berjudul Can This Love Be Translated hadir sebagai tontonan komedi romantis yang menyoroti dinamika hubungan dua individu...
Memasuki awal 2026, perbincangan mengenai pilihan menyewa atau membeli properti kembali menguat di tengah masyarakat. Dinamika pasar yang terus bergerak,...