Tercekik Blokade AS, Warga Kuba Curhat Soal Listrik dan Krisis Pangan
Kuba tengah menghadapi krisis pangan dan energi yang semakin memburuk. Pemadaman listrik terjadi hampir setiap hari, bahkan di sejumlah wilayah...
Read more
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi sorotan setelah menyebut dirinya sebagai Presiden Sementara Venezuela. Klaim tersebut disampaikan Trump melalui unggahan di media sosial Truth Social dan langsung memicu perdebatan luas di tingkat internasional.
Menurut laporan Anadolu Agency, Trump membagikan tangkapan layar halaman Wikipedia yang menampilkan keterangan dirinya sebagai “Acting President of Venezuela” sejak Januari 2026. Dalam unggahan tersebut, keterangan itu ditulis di atas jabatan resminya sebagai Presiden Amerika Serikat. Namun, gambar yang diunggah itu diduga merupakan hasil rekayasa digital atau suntingan.
Unggahan tersebut menambah panjang daftar pernyataan kontroversial Trump terkait Venezuela. Selain klaim kepemimpinan, Trump juga melontarkan candaan politik lain dengan menanggapi unggahan warganet yang menyebut Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio berpotensi menjadi Presiden Kuba. “Kedengarannya bagus bagi saya,” tulis Trump dalam komentarnya.
Pernyataan ini muncul tidak lama setelah Amerika Serikat melancarkan operasi militer terhadap Venezuela pada awal Januari. Berdasarkan informasi dari Hindustan Times, operasi tersebut melibatkan pengeboman fasilitas militer serta pengerahan pasukan ke Caracas untuk menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores.
Keduanya kemudian diterbangkan ke New York untuk menghadapi proses hukum atas tuduhan perdagangan narkoba dan senjata. Situasi ini semakin memperumit hubungan politik antara Amerika Serikat dan Venezuela, yang selama ini telah diwarnai ketegangan diplomatik.
Sebelumnya, Trump juga sempat menyatakan bahwa pemerintahannya akan mengelola Venezuela dan aset minyak negara tersebut selama masa transisi. Namun, berdasarkan data dari otoritas Venezuela, posisi kepemimpinan sementara di negara tersebut telah diisi secara konstitusional.
Setelah penangkapan Maduro, Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez dilantik sebagai presiden sementara melalui mekanisme internal yang melibatkan Mahkamah Agung Venezuela. Menurut Hindustan Times, proses ini menegaskan bahwa suksesi kepemimpinan dilakukan secara domestik, bukan melalui intervensi langsung dari Amerika Serikat.
Pemerintahan sementara Venezuela di bawah Rodriguez disebut tetap membuka jalur komunikasi dengan Washington. Tim diplomatik dan keamanan Amerika Serikat bahkan dilaporkan telah melakukan kunjungan ke Caracas untuk menilai kemungkinan melanjutkan operasional Kedutaan Besar AS di Venezuela.
Hingga kini, pernyataan Trump yang mengklaim dirinya sebagai Presiden Sementara Venezuela belum mendapat pengakuan resmi dari komunitas internasional dan dinilai sebagai langkah politis yang berpotensi memperkeruh situasi geopolitik kawasan Amerika Latin.
Referensi: Detik
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Konten lokal menunjukkan taringnya di platform Netflix Indonesia. Pada periode 2-8 Februari 2026, sebanyak tujuh dari sepuluh film terpopuler di...
Julian Alvarez kembali menunjukkan ketajamannya bersama Atletico Madrid. Penyerang asal Argentina itu mencetak satu gol dalam kemenangan telak 4-0 atas...