Tercekik Blokade AS, Warga Kuba Curhat Soal Listrik dan Krisis Pangan
Kuba tengah menghadapi krisis pangan dan energi yang semakin memburuk. Pemadaman listrik terjadi hampir setiap hari, bahkan di sejumlah wilayah...
Read more
Pemerintah Iran menuding Amerika Serikat berupaya menciptakan dalih untuk melakukan intervensi militer terhadap negaranya. Tuduhan tersebut muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengambil tindakan keras menyusul penindakan aparat Iran terhadap gelombang protes massal di dalam negeri.
Menurut pernyataan perwakilan Iran di Perserikatan Bangsa Bangsa yang dikutip kantor berita internasional, kebijakan Washington terhadap Teheran dinilai berakar pada upaya perubahan rezim. Dalam pernyataan itu disebutkan bahwa sanksi, ancaman, serta dugaan kerusuhan yang direkayasa menjadi bagian dari strategi untuk membuka jalan bagi campur tangan militer. Iran juga menegaskan bahwa pendekatan tersebut diyakini akan kembali gagal seperti upaya sebelumnya.
Ketegangan ini semakin meningkat setelah Iran melontarkan tuduhan serius kepada Amerika Serikat dan Israel. Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Abdolrahim Mousavi menuding kedua negara tersebut mengerahkan anggota kelompok teroris ISIS ke wilayah Iran. Tuduhan itu disampaikan menyusul apa yang ia gambarkan sebagai kegagalan Washington dan Tel Aviv dalam konflik bersenjata yang baru-baru ini terjadi.
Menurut Abdolrahim Mousavi, para anggota ISIS yang disebutnya sebagai tentara bayaran dikirim untuk melancarkan aksi kekerasan terhadap warga sipil serta personel keamanan Iran. “Iran tidak akan mentolerir pelanggaran kedaulatan atau integritas wilayahnya,” kata Mousavi, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran.
Hingga saat ini, baik Amerika Serikat maupun Israel belum memberikan tanggapan resmi atas tuduhan tersebut. Di sisi lain, Iran sedang menghadapi tekanan besar di dalam negeri. Gelombang protes anti-pemerintah terus berlanjut sejak bulan lalu, dipicu oleh memburuknya kondisi ekonomi dan melemahnya mata uang nasional.
Berdasarkan data ekonomi yang beredar, nilai tukar rial Iran dilaporkan anjlok hingga 145.000 per dolar AS atau sekitar Rp2,44 miliar per dolar AS jika dikonversi dengan kurs Rp16.857. Kondisi ini berdampak langsung pada melonjaknya harga kebutuhan pokok dan menurunnya daya beli masyarakat.
Sejumlah pejabat Iran sebelumnya juga menuding Amerika Serikat dan Israel berada di balik dukungan terhadap pihak-pihak yang mereka sebut sebagai perusuh bersenjata. Tuduhan tersebut menambah panjang daftar ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, di tengah situasi domestik Iran yang belum stabil.
Referensi: Detik
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Konten lokal menunjukkan taringnya di platform Netflix Indonesia. Pada periode 2-8 Februari 2026, sebanyak tujuh dari sepuluh film terpopuler di...
Julian Alvarez kembali menunjukkan ketajamannya bersama Atletico Madrid. Penyerang asal Argentina itu mencetak satu gol dalam kemenangan telak 4-0 atas...