Kondisi darurat bencana di sejumlah wilayah membuat proses penyaluran bantuan harus dilakukan dengan cara yang lebih fleksibel. Menurut Plt Direktur Utama Pos Indonesia, Haris, pola distribusi bantuan di lapangan perlu menyesuaikan kondisi aktual karena banyak warga tidak dapat kembali ke rumah atau mengakses kantor pos akibat banjir dan tanah longsor.
Pos Indonesia memastikan distribusi Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan (BLT Kesra) tetap berjalan. Petugas turun langsung ke titik pengungsian di beberapa kabupaten, termasuk Aceh Utara, Aceh Tamiang, serta wilayah terdampak longsor di Dairi dan Tapanuli. Langkah ini menjadi bagian dari upaya untuk menjaga agar bantuan tetap sampai kepada warga terdampak meskipun akses darat terganggu.
“[Banyak warga tidak bisa kembali ke rumah atau mendatangi kantor pos karena banjir. Kami berempati dan memastikan bantuan tetap sampai],” kata Haris.
Selain mengantarkan BLT Kesra secara langsung, Pos Indonesia juga menggratiskan biaya pengiriman bantuan kemanusiaan menuju tiga provinsi yang paling terdampak, yaitu Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Kebijakan ini berlaku untuk kiriman bantuan dari masyarakat, lembaga sosial, maupun organisasi kemanusiaan.
Kebijakan pengiriman gratis ini sekaligus menegaskan peran Pos Indonesia sebagai bagian dari jaringan logistik nasional yang memiliki tanggung jawab sosial, terutama dalam situasi bencana. Berdasarkan informasi dari perusahaan, mekanisme pengiriman dilakukan melalui kantor pos terdekat, kemudian diteruskan ke gudang distribusi sebelum dikirim ke posko-posko pengungsian.
Kondisi cuaca yang masih tidak stabil serta tingginya jumlah warga yang masih berada di lokasi pengungsian membuat kebutuhan bantuan terus meningkat. Karena itu, kehadiran layanan gratis dari Pos Indonesia dinilai membantu berbagai pihak yang ingin menyalurkan bantuan dengan cepat.
Dengan jaringan operasional yang menjangkau wilayah terdampak secara langsung, Pos Indonesia berupaya memastikan setiap bantuan yang dikirim masyarakat bisa sampai ke tujuan meskipun akses jalan masih terbatas. Selain penyaluran BLT Kesra dan pengiriman bantuan, perusahaan juga menyiapkan koordinasi tambahan jika ditemukan wilayah yang membutuhkan dukungan serupa.
Referensi:
BeritaSatu