Terbukti Efektif, Olahraga Rutin Dukung Kulit Sehat dan Bercahaya
Paparan polusi udara yang tinggi di kota besar seperti Jakarta dapat berdampak langsung pada kesehatan kulit. Kondisi ini sering memicu...
Read more
Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa perilaku kurang gerak termasuk sering duduk dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Temuan ini menunjukkan hubungan antara waktu duduk yang panjang dengan lonjakan risiko gagal jantung serta kematian akibat penyakit kardiovaskular.
Menurut data dari peneliti Mass General Brigham (MGB), risiko penyakit jantung meningkat signifikan saat perilaku kurang gerak melebihi 10,6 jam per hari. Perilaku kurang gerak atau disebut perilaku sedentary dalam penelitian ini didefinisikan sebagai aktivitas saat terjaga dengan pengeluaran energi rendah, seperti duduk atau berbaring, tetapi tidak termasuk waktu tidur malam.
Hasil studi ini dipublikasikan dalam Journal of the American College of Cardiology dan memperlihatkan bahwa meskipun seseorang memenuhi rekomendasi aktivitas fisik, risiko penyakit jantung tetap ada jika waktu duduk terlalu banyak. Menurut Ezimamaka Ajufo, penulis utama studi dan peneliti kardiologi di Brigham and Women Hospital, banyak orang menghabiskan sebagian besar waktu terjaga dengan duduk. “Banyak dari kita menghabiskan sebagian besar waktu saat terjaga dengan duduk. Meski sudah banyak bukti tentang pentingnya aktivitas fisik, dampak dari terlalu banyak duduk belum sepenuhnya dipahami,” kata Ajufo.
Dalam penelitian ini, tim MGB menganalisis data pelacak aktivitas selama satu minggu dari 89.530 peserta kohort prospektif UK Biobank. Penelitian mengevaluasi hubungan antara waktu duduk harian dengan risiko empat penyakit kardiovaskular utama, yaitu fibrilasi atrium, serangan jantung, gagal jantung, serta kematian akibat penyakit kardiovaskular.
Para peneliti menggunakan algoritma pembelajaran mesin untuk mengklasifikasikan perilaku sedentary peserta. Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun responden telah memenuhi rekomendasi aktivitas fisik minimal 150 menit aktivitas sedang hingga berat per minggu, risiko penyakit jantung tetap muncul.
Beberapa risiko seperti fibrilasi atrium dan serangan jantung memang bisa ditekan dengan olahraga. Namun, risiko gagal jantung dan kematian akibat penyakit kardiovaskular hanya berkurang sebagian, tidak sepenuhnya hilang.
Menurut Shaan Khurshid, ahli elektrofisiologi di Massachusetts General Hospital, data studi mendukung bahwa mengurangi waktu duduk dan lebih banyak bergerak sangat penting untuk menurunkan risiko penyakit jantung, terutama gagal jantung dan kematian kardiovaskular.
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Ada masa-masa ketika nasi putih biasa terasa membosankan. Bukan karena tidak enak, tapi karena kita ingin sesuatu yang lebih “niat”...
Banyak dari kita pasti pernah berada di momen klasik ini. Isi dompet mulai menipis, stok bahan di kulkas terbatas, tapi...