Trump Sebut Kesepakatan Damai AS Iran Kian Dekat Menuju Final
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa negaranya kini berada di tahap akhir menuju kesepakatan damai dengan Iran. Pernyataan ini...
Read more
Kebakaran besar yang melanda tujuh apartemen di kawasan Tai Po, Hong Kong, pada Rabu 26 November, menewaskan 44 orang dan membuat ratusan penghuni lainnya belum ditemukan. Kompleks tersebut terdiri dari delapan gedung pencakar langit dengan hampir dua ribu unit hunian. Dari keseluruhan bangunan, tujuh gedung mengalami kerusakan berat akibat kobaran api yang menjalar dengan sangat cepat.
Menurut aparat setempat, proses identifikasi korban dan pencarian penghuni masih berlangsung. Tim penyelidik juga bekerja mengungkap alasan api dapat bergerak dari satu unit ke unit lain dalam waktu singkat. Pemeriksaan awal mengarah pada beberapa temuan yang dianggap janggal dan berpotensi berhubungan dengan cepatnya penyebaran api.
Direktur Dinas Pemadam Kebakaran, Andy Yeung, menyampaikan bahwa tim menemukan lembaran papan polistirena yang menutupi sejumlah jendela apartemen. Material ini dikenal sangat mudah terbakar sehingga dapat mempercepat pergerakan api antarunit. Menurut Yeung, keberadaan papan tersebut tidak lazim sehingga temuan itu kini diserahkan kepada pihak kepolisian untuk penyelidikan lanjutan. Ia menegaskan material tersebut menjadi salah satu fokus analisis karena diduga memperburuk situasi saat kebakaran terjadi.
Selain polistirena, aparat juga menemukan perancah bambu dalam jumlah besar yang menutup sebagian sisi bangunan. Struktur bambu tersebut digunakan sebagai penopang sementara selama proses renovasi besar yang sedang berlangsung di kompleks apartemen tersebut. Penyidik menduga keberadaan perancah bambu menjadi faktor lain yang memicu kebakaran menyebar dengan luas.
Sumber di lapangan menyebutkan kobaran pertama kali terlihat di bagian perancah bambu yang menyelimuti beberapa blok gedung. Seorang jurnalis yang berada di lokasi mendengar suara retakan keras yang diduga berasal dari struktur bambu yang terbakar, sementara asap tebal terlihat terus membubung dari area konstruksi menuju unit-unit apartemen di atasnya.
Otoritas perumahan Hong Kong juga tengah meninjau kembali lapisan pelindung yang digunakan selama proyek renovasi berlangsung. Pemeriksaan ditujukan untuk memastikan apakah bahan penutup tersebut memiliki standar ketahanan api yang memadai. Pemimpin Hong Kong, John Lee, menyatakan bahwa pihaknya akan menindak tegas pihak yang terbukti mengabaikan standar keselamatan sesuai hukum yang berlaku.
Inspeksi lanjutan masih berjalan untuk memastikan rangkaian peristiwa yang menyebabkan tragedi ini. Hingga kini, otoritas berupaya memastikan keamanan area sekitar sambil melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem proteksi kebakaran di seluruh gedung yang terdampak.
Referensi: CNNIndonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Pasar smartphone global mengalami tekanan signifikan pada awal 2026. Pengiriman perangkat dilaporkan turun sekitar 6 persen secara tahunan pada kuartal...
Sebuah rekaman CCTV memperlihatkan aksi pelecehan terhadap karyawati toko ponsel di kawasan Pasar Benai, Kecamatan Benai, Kabupaten Kuantan Singingi, yang...