Nasib Guru PPPK Parepare Belum Digaji Berbulan-bulan, Ini Penjelasannya
Sebanyak 139 guru honorer berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, menghadapi persoalan...
Read more
Ada kabar besar dari gedung DPR yang bikin geger: lima anggota DPR resmi dinonaktifkan oleh partai politiknya atas pernyataan kontroversial yang dianggap ‘menyakiti perasaan rakyat’. Yuk kita kulik satu-satu siapa saja mereka dan apa latar belakang di balik keputusan ini.
Dari NasDem, yang paling disorot adalah Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni. Dia dicopot dari jabatannya dan dinonaktifkan sebagai anggota DPR mulai 1 September 2025. Keputusan ini diambil DPP NasDem yang dipimpin oleh Ketua Umum Surya Paloh karena ucapan Sahroni dianggap melecehkan rakyat—terutama komentarnya yang menyebut demonstran sebagai “orang tolol.” Rumahnya sendiri sempat dirusak massa aksi sebagai bentuk protes publik yang memuncak.
Satu lagi dari NasDem yakni Nafa Urbach, mantan artis yang kini duduk di DPR Komisi IX. Nafa juga dinonaktifkan dengan alasan serupa: pernyataannya yang dinilai membela kebijakan kontroversial DPR (misalnya soal tunjangan besar) dianggap menyinggung rakyat. Untuk keduanya, penonaktifan ditandatangani langsung oleh Ketua Umum dan Sekjen NasDem.
Partai Amanat Nasional (PAN) juga mengikuti langkah tegas. Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio, yang viral joget di sidang tahunan MPR, resmi dinonaktifkan sebagai anggota DPR oleh DPP PAN efektif 1 September 2025. PAN menyampaikan ini menyusul momen kontroversial Eko yang dinilai tidak pantas di situasi serius pasca demo berdarah.
Rekan separtainya, Surya Utama alias Uya Kuya, juga masuk daftar penonaktifan PAN. Uya, yang juga pernah menyampaikan permohonan maaf atas jogetnya, dinonaktifkan mulai hari yang sama. PAN berharap peran tersebut bisa segera dipulihkan ketika situasi membaik.
Terakhir, dari Partai Golkar ada Adies Kadir, mantan Wakil Ketua DPR. Dia dinonaktifkan usai komentarnya tentang kenaikan tunjangan DPR mencuat—dalam konteks ekonomi rakyat sedang sulit, pernyataannya dianggap tidak sensitif. Golkar resmi mencabut keanggotaannya terhitung mulai 1 September 2025.
Nah, kata “dinonaktifkan” di sini bukan berarti dicoret dari DPR permanen, ya. Ketua MKD DPR, Nazaruddin Dek Gam, menyebut kalau anggota DPR yang dinonaktifkan berarti tidak bisa lagi menjalankan tugas legislatif, dan fasilitas serta tunjangan mereka juga otomatis dicabut. Jadi statusnya benar-benar dibekukan—hingga partai mungkin mencabut sanksinya atau masa sidang berakhir.
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Sebuah kisah menyentuh sekaligus mengejutkan viral di media sosial. Seorang pria harus menerima kenyataan pahit setelah memergoki kekasihnya bersama pria...
Kecelakaan lalu lintas terjadi di kawasan Setiabudi, Bandung, saat sebuah mobil box melaju kencang dan kehilangan kendali di tikungan. Insiden...