Trump Serang Paus Leo XIV Usai Kritik Perang AS Iran Pernyataan Keras Picu Sorotan

Donald Trump mengkritik keras Paus Leo XIV usai mengecam perang AS Iran. Pernyataan tersebut memicu sorotan global. (Foto: Reuters Connect/Sam Navarro)

Donald Trump mengkritik keras Paus Leo XIV usai mengecam perang AS Iran

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan kritik tajam terhadap Paus Leo XIV setelah pemimpin Gereja Katolik tersebut mengecam konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Pernyataan Trump ini langsung menjadi sorotan karena dinilai memperuncing ketegangan di tengah situasi geopolitik yang sudah memanas.

Menurut pernyataan Trump kepada wartawan, ia secara terbuka mengaku tidak sejalan dengan pandangan Paus Leo XIV, khususnya terkait isu senjata nuklir dan kebijakan luar negeri. “Saya bukan penggemar Paus Leo,” kata Donald Trump.

Ia juga menyindir pandangan Paus yang dinilainya tidak tegas terhadap negara yang ingin memiliki senjata nuklir. “Kita tidak menyukai Paus yang mengatakan bahwa tidak apa-apa memiliki senjata nuklir… Dia adalah orang yang tidak berpikir bahwa kita harus bermain-main dengan negara yang menginginkan senjata nuklir,” ujar Trump.

Pernyataan tersebut muncul setelah Paus Leo XIV sebelumnya secara terbuka mengecam retorika dan ancaman yang dilontarkan Trump terhadap Iran. Paus menyebut sikap tersebut sebagai sesuatu yang “benar-benar tidak dapat diterima”.

Kritik Trump dan Respons terhadap Sikap Paus

Berdasarkan pernyataan yang disampaikan melalui platform Truth Social, Trump bahkan menyebut Paus Leo XIV sebagai sosok yang lemah dalam menghadapi kejahatan global. Ia juga mengkritik pandangan Paus terkait kebijakan luar negeri Amerika Serikat.

“Paus Leo lemah dalam hal kejahatan, dan buruk untuk kebijakan luar negeri,” tulis Trump dalam unggahannya.

Tidak hanya itu, Trump juga menyatakan ketidaksetujuannya terhadap sikap Paus yang dianggap terlalu kritis terhadap kebijakan Amerika. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak menginginkan pemimpin agama yang terus mengkritik presiden AS.

“Dan saya tidak menginginkan seorang Paus yang mengkritik Presiden Amerika Serikat,” tambahnya.

Dalam pernyataan lanjutan, Trump bahkan mengklaim bahwa Paus Leo XIV tidak termasuk dalam kandidat kuat sebelum terpilih menjadi Paus. Ia menilai pemilihan tersebut dipengaruhi oleh faktor kebangsaan.

Sementara itu, Paus Leo XIV dikenal sebagai paus pertama yang berasal dari Amerika Serikat dan cukup vokal dalam menyuarakan kritik terhadap konflik global, termasuk perang yang melibatkan AS dan Iran.

Situasi ini mencerminkan meningkatnya ketegangan tidak hanya di level geopolitik, tetapi juga dalam hubungan antara pemimpin politik dan tokoh agama dunia.

Referensi:
Detik

📚 ️Baca Juga Seputar Internasional

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED