Temuan KPKP DKI Ikan Sapu Sapu Mengandung Logam Berat Tinggi

Ikan sapu sapu di Jakarta belum aman dikonsumsi karena kandungan logam berat tinggi. KPKP DKI memilih memusnahkan hasil tangkapan. (Foto: merdeka.com/Arie Basuki)

Ikan sapu sapu di Jakarta belum aman dikonsumsi karena kandungan logam berat tinggi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) berhasil menangkap puluhan ribu ikan sapu sapu dalam operasi serentak di berbagai wilayah. Namun, hasil tangkapan tersebut belum dapat dimanfaatkan karena diduga mengandung residu logam berat di atas ambang batas aman.

Berdasarkan data dari KPKP DKI Jakarta, total ikan sapu sapu yang ditangkap mencapai 68.880 ekor dengan berat sekitar 6,98 ton hanya dalam satu hari. Angka ini menunjukkan populasi ikan tersebut cukup tinggi di perairan ibu kota.

Menurut Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Hasudungan A Sidabalok, hingga saat ini belum ada kajian resmi yang menyatakan ikan sapu sapu aman untuk dikonsumsi manusia maupun dijadikan pakan ternak. “Untuk dimanfaatkan belum bisa, sebelum ada kajian resmi yang menyatakan bahwa ikan tersebut aman untuk dikonsumsi atau dijadikan pakan ternak. Karena residu logam berat di atas ambang batas,” kata Hasudungan.

Karena alasan tersebut, seluruh ikan hasil tangkapan sementara dimusnahkan dengan cara dikubur setelah terlebih dahulu dimatikan. Langkah ini dilakukan untuk menghindari risiko kesehatan bagi masyarakat.

Sebaran Penangkapan di Lima Wilayah Jakarta

Penangkapan ikan sapu sapu dilakukan secara serentak di lima wilayah DKI Jakarta. Berdasarkan data yang dihimpun, wilayah dengan jumlah tangkapan terbesar berada di Jakarta Selatan.

Di kawasan Pintu Air Outlet Setu Babakan, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, petugas berhasil menangkap sekitar 63.600 ekor ikan dengan berat mencapai 5,3 ton. Angka ini menjadi yang tertinggi dibanding wilayah lainnya.

Sementara itu, di Jakarta Timur tercatat sebanyak 4.128 ekor ikan dengan berat 825,5 kilogram yang ditangkap di sepuluh titik kecamatan. Di Jakarta Pusat, petugas mengamankan 536 ekor dengan berat 565 kilogram di tujuh lokasi berbeda.

Untuk wilayah Jakarta Utara, sebanyak 545 ekor ikan dengan berat 271 kilogram ditemukan di saluran penghubung RW 06, Kelurahan Kelapa Gading Barat. Sedangkan di Jakarta Barat, jumlah tangkapan relatif kecil yakni 71 ekor dengan berat 17 kilogram di Kali Anak TSI, Kelurahan Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng.

Fenomena tingginya populasi ikan sapu sapu di perairan Jakarta sering dikaitkan dengan kondisi lingkungan, terutama kualitas air yang tercemar. Ikan ini dikenal mampu bertahan di perairan dengan kadar oksigen rendah dan tingkat polusi tinggi.

Meski jumlahnya melimpah, keberadaan ikan sapu sapu justru menjadi perhatian karena potensi bahayanya. Kandungan logam berat yang tinggi diduga berasal dari pencemaran limbah di perairan, sehingga berisiko jika masuk ke rantai makanan manusia atau hewan.

Langkah pemusnahan yang dilakukan pemerintah daerah menjadi solusi sementara sambil menunggu hasil kajian ilmiah lebih lanjut terkait kemungkinan pemanfaatan ikan tersebut secara aman.

Referensi:
Detik

📚 ️Baca Juga Seputar Nasional

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED