Tanpa Disadari, Gaya Hidup Ini Tingkatkan Risiko Paru Paru Basah

Paru paru basah atau pneumonia bisa menyerang segala usia. Kenali kebiasaan sehari hari yang meningkatkan risiko infeksi paru dan cara mencegahnya. (Foto: Halodoc)
Paru paru basah atau pneumonia bisa menyerang segala usia. Kenali kebiasaan sehari hari yang meningkatkan risiko infeksi paru dan cara mencegahnya. (Foto: Halodoc)

Paru paru basah atau pneumonia bisa menyerang segala usia

Istilah paru paru basah kerap digunakan masyarakat untuk menggambarkan kondisi penumpukan cairan di paru. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai pneumonia, yakni infeksi yang dapat disebabkan oleh bakteri, virus, maupun jamur.

Pneumonia bukan penyakit ringan. Kondisi ini dapat menimbulkan gejala seperti demam, batuk berdahak kuning atau hijau, sesak napas, bahkan dahak bercampur darah. Selain itu, gejala lain yang mungkin muncul antara lain penurunan nafsu makan, mual, muntah, dan sakit kepala.

Berdasarkan data dari World Health Organization WHO, pneumonia merupakan salah satu penyebab kematian akibat infeksi terbesar pada anak anak di seluruh dunia. Penyakit ini juga bisa menyerang semua kelompok usia, dari bayi hingga lansia.

Menurut Healthline, infeksi paru paru dapat berkembang menjadi serius apabila daya tahan tubuh seseorang lemah atau terpapar faktor risiko tertentu dalam jangka panjang. Karena itu, pencegahan melalui perubahan gaya hidup menjadi langkah penting.

Kebiasaan Sehari Hari yang Picu Paru Paru Basah

Berikut beberapa kebiasaan yang perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko pneumonia.

Merokok
Menurut Mayo Clinic, kebiasaan merokok merusak sistem pertahanan alami saluran pernapasan. Zat beracun dalam rokok melemahkan kemampuan paru paru melawan bakteri dan virus penyebab infeksi. Perokok aktif maupun pasif memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan paru, termasuk pneumonia.

Konsumsi alkohol berlebihan
Mengonsumsi alkohol dalam jumlah besar juga berbahaya. Alkohol dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh sehingga tubuh lebih rentan terhadap infeksi. Selain itu, kondisi sedasi akibat alkohol meningkatkan risiko cairan muntah atau air liur masuk ke paru paru, yang dapat memicu infeksi serius.

Kurang menjaga kebersihan
Kebiasaan jarang mencuci tangan atau tidak menjaga kebersihan lingkungan membuat virus dan bakteri mudah menyebar. Mencuci tangan dengan sabun secara rutin serta menjaga kebersihan rumah menjadi langkah sederhana namun efektif untuk menekan risiko infeksi saluran pernapasan.

Terpapar polusi dan udara beracun
Paparan polusi udara, asap kendaraan, maupun bahan kimia beracun di tempat kerja dapat merusak jaringan paru paru. Dalam jangka panjang, kondisi ini meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi. Menggunakan masker di lingkungan berpolusi dan memastikan ventilasi yang baik sangat dianjurkan.

Sering berada di lingkungan padat dan lembap
Lingkungan yang padat, pengap, dan minim ventilasi menjadi tempat ideal bagi kuman berkembang biak. Jika seseorang terlalu lama berada dalam kondisi tersebut, risiko tertular infeksi paru akan meningkat. Sirkulasi udara yang baik dan pencahayaan cukup membantu mengurangi kelembapan berlebih.

Mencegah pneumonia tidak hanya bergantung pada pengobatan, tetapi juga perubahan gaya hidup. Dengan menghindari kebiasaan berisiko dan menjaga daya tahan tubuh, peluang terserang paru paru basah bisa ditekan secara signifikan.

Referensi:
CNN Indonesia

📚 ️Baca Juga Seputar Kesehatan

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kesehatan Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kesehatan — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED