Susi Pudjiastuti Usul Ikan Sapu Sapu Diolah Jadi Pakan dan Pupuk Ramah Lingkungan

Susi Pudjiastuti usulkan ikan sapu sapu diolah jadi pakan ternak dan pupuk setelah kritik soal cara pemusnahan di Jakarta. (Foto: KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO)

Susi Pudjiastuti usulkan ikan sapu sapu diolah jadi pakan ternak dan pupuk setelah kritik soal cara pemusnahan di Jakarta

Usulan menarik datang dari mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, terkait polemik penanganan ikan sapu-sapu di Jakarta. Ia menyarankan agar hasil tangkapan ikan tersebut tidak dimusnahkan begitu saja, melainkan dimanfaatkan menjadi produk yang lebih bernilai seperti pakan ternak dan pupuk.

Menurut Susi, langkah tersebut bisa menjadi solusi yang lebih ramah lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi. “Dibuat pakan ikan atau pakan ternak saja, digiling dijadikan pelet ikan,” kata Susi.

Selain itu, ia juga menilai ikan sapu-sapu dapat dimanfaatkan sebagai pupuk alami untuk sektor pertanian. Dengan cara sederhana, ikan tersebut bisa dicincang lalu dikubur di lahan pertanian untuk meningkatkan kesuburan tanah.

“Atau pupuk tanaman bisa juga, pupuk tanaman bisa kirim ke perkebunan, dicincang dikubur di lahan pertanian,” ujar Susi.

Tidak hanya itu, Susi juga menyebutkan bahwa limbah ikan sapu-sapu dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha lain seperti peternak kepiting maupun buaya. Menurutnya, ikan tersebut bisa dibekukan terlebih dahulu sebelum diberikan sebagai pakan alternatif.

Polemik Cara Pemusnahan dan Tanggapan MUI

Usulan Susi muncul setelah adanya kritik dari Majelis Ulama Indonesia atau MUI terkait metode pemusnahan ikan sapu-sapu di Jakarta yang dilakukan dengan cara dikubur hidup-hidup.

Menurut Miftahul Huda, pendekatan tersebut dinilai tidak sesuai dengan prinsip kesejahteraan hewan. Ia menjelaskan bahwa dalam perspektif syariah, membunuh hewan memang diperbolehkan jika membawa manfaat, namun tidak boleh dilakukan dengan cara yang menyiksa.

“Cara tersebut dianggap menimbulkan penderitaan yang tidak perlu,” kata Miftahul Huda.

Ia juga menegaskan bahwa praktik tersebut tidak sejalan dengan prinsip etika kesrawan atau kesejahteraan hewan karena tidak meminimalkan rasa sakit. Meski demikian, MUI tetap menilai kebijakan pengendalian ikan sapu-sapu memiliki tujuan yang baik, yakni melindungi ekosistem perairan.

Menurut Miftah, langkah tersebut bahkan sejalan dengan prinsip maqasid syariah dalam menjaga lingkungan atau yang disebut sebagai dharuriyyat ekologis modern.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, merespons kritik tersebut dengan terbuka. Ia menyatakan akan meminta masukan dari para ahli, termasuk yang memahami aspek syariat, untuk memperbaiki metode yang digunakan.

“Mengenai pertanyaan tadi ada saran dan kritik dari MUI, nanti saya minta untuk yang ahli untuk menyesuaikan tata caranya,” ujar Pramono di Jakarta Selatan.

Pramono menjelaskan bahwa kebijakan penangkapan ikan sapu-sapu dilakukan karena populasinya telah mendominasi perairan Jakarta. Berdasarkan data yang ia sampaikan, jumlah ikan tersebut sudah mencapai lebih dari 60 persen, bahkan menurut laporan Kementerian Kelautan dan Perikanan bisa melebihi 70 persen.

Dominasi tersebut dinilai mengganggu keseimbangan ekosistem air karena ikan sapu-sapu dikenal sebagai spesies invasif yang dapat merusak habitat alami.

Dengan kondisi tersebut, muncul kebutuhan mendesak untuk mengendalikan populasinya. Namun, usulan dari Susi membuka perspektif baru bahwa penanganan ikan sapu-sapu tidak hanya soal pengendalian, tetapi juga bisa diarahkan menjadi peluang ekonomi dan solusi berkelanjutan.

Referensi:
CNN Indonesia

📚 ️Baca Juga Seputar Nasional

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED