Sistem Pemakaman Tumpuk di Saudi, Begini Aturan dan Alasannya

Arab Saudi menerapkan sistem makam tumpuk untuk jemaah haji dan umrah demi efisiensi lahan, namun tetap sesuai dengan prinsip syariat Islam. (Foto: Dok. NU Online)

Arab Saudi menerapkan sistem makam tumpuk untuk jemaah haji dan umrah demi efisiensi lahan, namun tetap sesuai dengan prinsip syariat Islam

Arab Saudi sudah lama menerapkan sistem pemakaman vertikal atau makam tumpuk, terutama bagi jenazah jemaah haji dan umrah. Model ini dianggap efisien dalam penggunaan lahan dan selaras dengan ajaran Islam yang menekankan kesederhanaan dalam pemakaman.

Konsep dan Tujuan Sistem Makam Tumpuk

Menurut laporan dari otoritas setempat, makam di Arab Saudi dibangun dalam bentuk kaveling sederhana tanpa nisan berukir maupun identitas pribadi. Setiap liang lahat ditandai hanya dengan batu kecil atau bongkahan sebagai penanda.

Kesederhanaan ini dilakukan untuk menghindari pengagungan terhadap makam serta memudahkan penggunaan ulang lahan pemakaman yang terbatas. Tingginya kepadatan penduduk dan jumlah jemaah haji maupun umrah setiap tahun membuat lahan pemakaman di Saudi semakin menipis.

Praktik ini juga sejalan dengan kondisi di berbagai daerah di Indonesia, termasuk DKI Jakarta, yang menghadapi keterbatasan lahan serupa. Berdasarkan data dari Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta, sebanyak 69 dari 80 tempat pemakaman umum (TPU) di Ibu Kota kini sudah penuh dan hanya melayani pemakaman dengan metode tumpang.

“Pelayanan makam tumpang dilakukan dengan makam keluarga dan cukup efektif menjadi solusi kekurangan lahan makam,” kata M Fajar Sauri, Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta.

Dasar Hukum Islam dan Ketentuan Pemakaman

Berdasarkan syariat Islam, setiap jenazah harus dimakamkan dalam satu liang lahat. Rasulullah SAW menganjurkan agar jenazah segera dikuburkan di tempat ia meninggal. Sebagaimana sabdanya dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim:
“Segeralah menguburkan jenazah.”

Jenazah yang meninggal di Arab Saudi sebenarnya bisa direpatriasi ke negara asal, namun prosesnya tidak mudah. Keluarga harus memperoleh sertifikat kematian, surat bebas penyakit menular, izin dari kedutaan besar, serta persetujuan otoritas Saudi. Selain itu, jenazah juga harus diawetkan terlebih dahulu sesuai standar internasional.

Karena prosesnya yang panjang dan biaya yang tinggi, sebagian besar jenazah jemaah haji dan umrah akhirnya dimakamkan langsung di Arab Saudi. Hal ini turut berkontribusi pada tingginya kebutuhan lahan pemakaman di negara tersebut.

Penggunaan Ulang Makam dan Pandangan Ulama

Sebagai solusi, otoritas Saudi menggunakan kembali setiap liang lahat setelah jenazah sebelumnya hancur sempurna. Menurut sejumlah ulama, praktik ini diperbolehkan selama tulang jenazah lama telah menjadi debu. Namun, jika masih tersisa bagian tubuh, maka tidak boleh dilakukan penumpukan.

Dalam kondisi darurat, seperti saat perang atau bencana, Islam membolehkan penguburan beberapa jenazah dalam satu liang lahat, sebagaimana yang dilakukan Nabi Muhammad SAW pada Perang Uhud.
Rasulullah memakamkan dua hingga tiga jenazah dalam satu kubur, dengan urutan mendahulukan yang hafalan Al-Qurannya lebih banyak.

Pandangan ini juga diperkuat oleh Imam Syarkhasi, yang menyebutkan bahwa pemisahan antarjenazah dengan sekat tanah sudah dianggap sebagai liang lahat yang terpisah. Sementara Imam Rafi’i menegaskan pentingnya menempatkan jenazah paling utama dekat dinding kubur yang menghadap kiblat, sebagaimana disebutkan dalam kitab asy-Syarhul Kabir.

Prinsip kesederhanaan dan efisiensi inilah yang membuat sistem makam tumpuk tetap relevan di Arab Saudi, sekaligus menjadi contoh penerapan syariat Islam yang disesuaikan dengan kebutuhan modern.

Referensi: CNN Indonesia

📚 ️Baca Juga Seputar Internasional

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED