Waspada Kesehatan Mental Jemaah Haji Lansia Jadi Kelompok Paling Rentan

Kemenkes ungkap risiko gangguan mental pada jemaah haji terutama lansia. Demensia dan gangguan tidur jadi tantangan utama di Tanah Suci. (Foto: Tempo/Imam Sukamto)

Kemenkes ungkap risiko gangguan mental pada jemaah haji terutama lansia

Pemerintah Indonesia mulai memberangkatkan calon jemaah haji ke Tanah Suci Mekkah, Arab Saudi, sejak awal pekan ini. Di balik persiapan fisik yang matang, aspek kesehatan mental jemaah ternyata menjadi tantangan besar, terutama bagi kelompok lanjut usia atau lansia.

Menurut Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan, Imran Pambudi, sekitar 10 hingga 15 persen jemaah haji membutuhkan perhatian khusus terkait kondisi kesehatan jiwa. Angka ini menunjukkan bahwa faktor psikologis tidak bisa diabaikan dalam pelaksanaan ibadah haji.

Selain itu, gangguan tidur juga menjadi masalah yang cukup dominan. Berdasarkan data yang dihimpun, sekitar 30 hingga 40 persen jemaah mengalami kesulitan tidur akibat perubahan ritme sirkadian serta padatnya aktivitas ibadah.

Berdasarkan data dari Balai Pengobatan Haji Indonesia, kelompok lansia menjadi yang paling rentan. Bahkan, sekitar 80 persen pasien gangguan jiwa yang dirawat menunjukkan gejala demensia.

“Ibadah haji adalah puncak spiritual umat Islam, namun perjalanan ini juga membawa tantangan besar bagi kesehatan jiwa,” kata Imran Pambudi dalam keterangannya di Jakarta. Ia menambahkan bahwa perubahan lingkungan, kepadatan jutaan jemaah, hingga tekanan fisik dapat memicu stres dan kecemasan.

Faktor Pemicu dan Upaya Penanganan Kesehatan Mental Jemaah Haji

Berbagai faktor disebut dapat memicu gangguan mental pada jemaah haji. Salah satunya adalah kondisi cuaca di Mekkah yang mencapai suhu rata-rata 35 hingga 38 derajat Celsius dengan kelembapan rendah. Situasi ini berpotensi menyebabkan dehidrasi, kelelahan, hingga gangguan tidur.

Selain faktor lingkungan, kebijakan baru dari pemerintah Arab Saudi juga turut menambah tekanan psikologis. Aturan yang lebih ketat terkait visa, akses masuk Mekkah, serta penggunaan aplikasi digital Nusuk menjadi tantangan tersendiri, khususnya bagi jemaah yang tidak terbiasa dengan teknologi.

Aktivitas ibadah yang padat seperti tawaf dan sa’i juga berkontribusi terhadap kelelahan fisik dan emosional. Ditambah lagi, interaksi dalam kerumunan besar serta perbedaan budaya dapat memicu rasa tidak nyaman, bahkan isolasi sosial.

Menurut Imran Pambudi, semua faktor tersebut menegaskan pentingnya persiapan mental selain kesiapan fisik. “Persiapan mental dan penataan ekspektasi menjadi sama pentingnya agar jemaah mampu menjalani ibadah dengan tenang,” ujarnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, Kementerian Kesehatan menerapkan pendekatan holistik. Upaya yang dilakukan meliputi konseling sebelum keberangkatan, pelatihan manajemen stres, pengaturan jadwal ibadah dengan waktu istirahat yang cukup, serta perhatian pada asupan nutrisi dan hidrasi.

Selain itu, praktik relaksasi seperti doa dan zikir juga dianjurkan untuk membantu menenangkan pikiran. Dukungan sosial antarjemaah juga dinilai penting dalam menciptakan rasa kebersamaan yang dapat meredakan kecemasan.

Kemenkes juga memastikan bahwa petugas kesehatan haji telah dilengkapi dengan tim khusus yang siap menangani masalah psikologis secara cepat. “Petugas kesehatan haji kini dilengkapi tim khusus untuk menangani masalah psikologis agar tidak berkembang menjadi kondisi serius,” kata Imran.

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap jemaah haji Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang, khusyuk, dan tetap menjaga kesehatan, baik secara fisik maupun mental.

Referensi:
CNN Indonesia

📚 ️Baca Juga Seputar Nasional

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED