Jangan Langsung Tinggalkan Hotel, Ini Alasan Penting Check-out di Resepsionis
Banyak tamu hotel memilih langsung meninggalkan penginapan setelah selesai menginap, terutama jika tidak memiliki tagihan tambahan yang harus diselesaikan. Di...
Read more
Banyak orang tua masih mempertimbangkan apakah menitipkan anak di daycare merupakan pilihan terbaik. Sebuah penelitian terbaru dari Singapura memberikan gambaran menarik. Anak yang memperoleh pengasuhan dari selain orang tua sejak usia dini diketahui memiliki kemampuan akademik yang lebih baik ketika memasuki masa prasekolah.
Namun, hasil penelitian tersebut juga menunjukkan adanya konsekuensi lain yang perlu menjadi perhatian. Selain memiliki kemampuan membaca dan matematika yang lebih baik, sebagian anak juga menunjukkan peningkatan risiko masalah perilaku dan emosional.
Temuan ini berasal dari penelitian yang dilakukan oleh Institute for Human Development and Potential (IDP) di bawah Agency for Science, Technology and Research (A*STAR) bersama Yong Loo Lin School of Medicine, National University of Singapore. Penelitian tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Child Development pada Juni 2026.
Berdasarkan penelitian terhadap 2.580 anak beserta keluarganya, para peneliti menganalisis data yang dikumpulkan melalui dua gelombang survei pada 2018-2019 dan 2021. Penelitian mencakup berbagai bentuk pengasuhan non-orang tua, mulai dari penitipan di daycare hingga pengasuhan oleh kerabat maupun asisten rumah tangga.
Menurut tim peneliti, anak yang memperoleh pengasuhan non-orang tua selama 18 bulan pertama kehidupan memiliki kemampuan membaca dan matematika yang lebih baik saat memasuki usia prasekolah dibandingkan anak yang sepenuhnya diasuh oleh orang tua.
Berdasarkan hasil penelitian yang dipublikasikan di Child Development, paparan lingkungan belajar yang lebih beragam diduga menjadi salah satu faktor yang membantu meningkatkan kesiapan akademik anak sebelum memasuki pendidikan formal.
Meski demikian, penelitian tersebut juga menemukan adanya peningkatan perilaku eksternalisasi, seperti hiperaktif, sulit mengendalikan emosi, dan perilaku yang kurang sesuai. Selain itu, sebagian anak juga menunjukkan perilaku internalisasi, seperti kecemasan, rasa takut berlebihan, hingga cenderung menarik diri dari lingkungan sosial.
Menurut para peneliti, temuan tersebut tidak berarti daycare menyebabkan masalah perilaku secara langsung. Perkembangan anak tetap dipengaruhi banyak faktor, termasuk kualitas pengasuhan, kondisi keluarga, lingkungan sosial, serta interaksi yang diterima anak setiap hari.
Penelitian juga menyoroti kondisi orang tua. Orang tua yang menitipkan anak kepada pengasuh lain sejak bayi dilaporkan memiliki tingkat stres pengasuhan yang lebih tinggi ketika anak memasuki usia prasekolah.
Akibat tekanan tersebut, sebagian orang tua diketahui lebih sering menerapkan pola disiplin yang bersifat menghukum, seperti memarahi anak, memberikan hukuman fisik, atau mencabut hak tertentu sebagai bentuk konsekuensi.
Menurut tim peneliti, meningkatnya stres orang tua dapat memengaruhi cara mereka merespons perilaku anak, sehingga berpotensi memperburuk perkembangan emosional anak dalam jangka panjang.
Penelitian tersebut juga menemukan pola menarik terkait waktu pengasuhan. Anak yang baru mulai diasuh oleh selain orang tua setelah usia 18 bulan cenderung mengalami masalah perilaku internalisasi. Sementara itu, anak yang berada dalam pengasuhan non-orang tua dengan durasi lebih panjang memiliki kecenderungan lebih besar menunjukkan perilaku eksternalisasi.
Temuan ini menjadi pengingat bahwa kualitas pengasuhan memiliki peran yang sama pentingnya dengan lokasi atau siapa yang mengasuh anak. Lingkungan daycare yang memiliki tenaga pendidik berkualitas, komunikasi yang baik dengan orang tua, serta stimulasi perkembangan yang tepat dinilai dapat membantu mengoptimalkan manfaat pengasuhan.
Para peneliti juga menilai dukungan terhadap orang tua perlu ditingkatkan agar mereka mampu mengelola stres selama menjalani proses pengasuhan. Dengan demikian, manfaat akademik yang diperoleh anak dapat berjalan seiring dengan perkembangan sosial dan emosional yang sehat.
Hasil penelitian ini menambah bukti bahwa pengasuhan anak merupakan proses yang kompleks. Daycare dapat memberikan manfaat terhadap kesiapan akademik, tetapi tetap memerlukan keterlibatan aktif orang tua agar perkembangan perilaku dan emosional anak tetap terjaga.
Referensi:
CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Gaya Hidup Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia gaya hidup — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Banyak tamu hotel memilih langsung meninggalkan penginapan setelah selesai menginap, terutama jika tidak memiliki tagihan tambahan yang harus diselesaikan. Di...
Rasa nyeri sering dianggap sebagai keluhan ringan yang akan hilang dengan sendirinya. Padahal, dalam kondisi tertentu, nyeri dapat menjadi sinyal...