Kanker Usus Stadium 4 di Usia 25 Tahun, Gejala Awalnya Mirip Masalah Pencernaan

Keliie Finlayson didiagnosis kanker usus stadium 4 di usia 25 tahun setelah bertahun-tahun mengalami perubahan BAB, nyeri perut, dan perubahan berat badan.

Keliie Finlayson didiagnosis kanker usus stadium 4 di usia 25 tahun setelah bertahun-tahun mengalami perubahan BAB, nyeri perut, dan perubahan berat badan

Kanker usus tidak selalu hanya menyerang orang berusia lanjut. Kisah Keliie Finlayson, wanita asal Australia, menjadi gambaran bahwa penyakit tersebut juga dapat ditemukan pada usia muda.

Finlayson didiagnosis mengalami kanker usus stadium 4 pada usia 25 tahun. Sebelum diagnosis tersebut diketahui, ia telah mengalami sejumlah perubahan pada tubuh selama bertahun-tahun.

Dikutip dari People, keluhan yang dialami Finlayson berlangsung hampir tujuh tahun. Beberapa di antaranya berupa perubahan kebiasaan buang air besar, ketidaknyamanan pada perut, dan perubahan berat badan.

Masalahnya, berbagai gejala tersebut kerap dianggap memiliki penyebab lain. Finlayson juga merasa beberapa keluhan yang muncul memiliki kemiripan dengan kondisi yang biasa dialami selama siklus menstruasi.

“Sangat sulit untuk memahami apa itu kanker usus karena sangat mirip dengan siklus menstruasi, jadi sangat mudah untuk mengabaikannya dan menyalahkan hal lain,” kata Keliie Finlayson.

Selama mengalami gangguan buang air besar, Finlayson beberapa kali berkonsultasi dengan dokter. Namun, ia mengatakan dirinya menerima penjelasan yang diberikan dan tidak mendesak pemeriksaan lebih lanjut.

Menurut Finlayson, salah satu alasan keluhannya tidak dianggap serius adalah karena usianya masih muda dan secara umum ia merasa sehat serta bugar.

[Ini] juga kesalahan saya karena saya tidak menganggap serius apa pun, tetapi setiap kali mereka mengatakan bahwa saya terlalu muda, bugar, dan sehat, saya menerimanya begitu saja,” kata Finlayson.

Baca Juga:  Rahasia Menjaga Kekuatan Otot dengan Nutrisi Seimbang dan Asupan Protein

Ia kemudian lebih sering menangani gejala yang muncul satu per satu. Ketika mengalami sembelit, ia mengonsumsi obat pencahar. Sementara ketika buang air besar terlalu lunak, ia menggunakan obat antidiare.

Diagnosis Kanker Usus Setelah Melahirkan

Diagnosis Finlayson akhirnya diketahui sekitar tiga bulan setelah ia melahirkan putrinya. Pada awal pemeriksaan, ia diberi tahu bahwa penyakitnya berada pada stadium 3.

Namun, kondisi tersebut berubah setelah dilakukan pemindaian dalam waktu 48 jam. Pemeriksaan menunjukkan bahwa kanker telah menyebar sehingga diagnosisnya kemudian ditetapkan sebagai stadium 4.

Finlayson menjalani serangkaian pengobatan intensif. Tindakannya termasuk operasi dan kolostomi sementara, kemudian dilanjutkan dengan lebih dari 80 putaran kemoterapi serta perawatan lainnya.

Pada satu periode, ia bahkan harus menjalani perawatan di ruang intensif selama 12 hari ketika pembatasan terkait COVID masih berlaku.

Pengobatan awal sempat memberikan hasil positif. Pada Juli 2022, hasil pemindaian tidak lagi menunjukkan adanya tumor yang terlihat. Namun, sel kanker mikroskopis masih ditemukan pada tujuh kelenjar getah bening.

Beberapa bulan kemudian, tantangan kembali muncul. Pada akhir 2022, kanker ditemukan telah kembali muncul di paru-paru Finlayson.

Ia kemudian menjalani rencana pengobatan baru yang mencakup kemoterapi dan operasi paru-paru. Setelah itu, kondisi penyakitnya terus dipantau melalui pengobatan dan pemeriksaan pemindaian secara rutin.

Kini, pada usia 30 tahun, Finlayson masih hidup dengan kanker usus metastatik. Fokus perawatannya adalah menjaga penyakit tetap stabil sekaligus mempertahankan kualitas hidupnya.

Baca Juga:  Sering Berkunang-kunang Setelah Berdiri? Kenali Penyebab dan Kapan Harus Periksa

Pengalaman tersebut membuat Finlayson harus menyesuaikan hampir seluruh aspek kehidupannya. Meski demikian, ia tetap berusaha menjalani kesehariannya dan hadir untuk putrinya.

“Saya sudah sangat mahir dalam hal itu, yang merupakan hal aneh untuk dikuasai, tetapi saya senang telah menguasainya,” kata Finlayson.

Kisah tersebut menunjukkan bahwa perubahan pola buang air besar, ketidaknyamanan perut, atau perubahan berat badan yang berlangsung terus-menerus sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai keluhan biasa. Pemeriksaan medis diperlukan untuk mencari penyebab yang tepat, terutama ketika gejala menetap, berulang, atau semakin mengganggu.

Referensi:
Detik

📚 ️Baca Juga Seputar Kesehatan

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kesehatan Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kesehatan — semua ada di sana!

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED