Bolu Kukus Ketan Hitam Super Lembut dan Mekar Sempurna, Camilan Nostalgia Hemat yang Bikin Nagih
Bagi banyak orang, ketan hitam bukan sekadar bahan makanan biasa. Aroma khas dan cita rasanya yang legit sering kali menghadirkan...
Read more
Banyak orang menghindari makanan tertentu karena dianggap tinggi lemak, karbohidrat, kolesterol, atau zat lain yang dinilai kurang baik bagi kesehatan. Namun, perkembangan ilmu gizi menunjukkan bahwa tidak semua anggapan tersebut sepenuhnya benar.
Menurut para ahli gizi, sejumlah makanan yang selama ini sering mendapat cap negatif justru mengandung berbagai nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh. Kuncinya terletak pada cara memilih produk yang tepat, porsi konsumsi, serta penerapan pola makan yang seimbang.
Berdasarkan ulasan yang dikutip dari Real Simple, terdapat beberapa jenis makanan yang sering dihindari tetapi sebenarnya memiliki manfaat kesehatan yang cukup besar.
Makanan Beku Tetap Bisa Bernutrisi
Makanan beku atau frozen food sering dianggap identik dengan makanan cepat saji yang tinggi garam dan lemak. Padahal, tidak semua produk beku memiliki karakteristik tersebut.
Banyak buah dan sayuran dibekukan ketika mencapai tingkat kematangan optimal sehingga kandungan vitamin dan mineralnya tetap terjaga. Proses pembekuan cepat bahkan dapat membantu mempertahankan kualitas nutrisi dalam bahan pangan.
Menurut ahli gizi Jennifer Patzkowsky, konsumen sebaiknya memilih produk makanan beku dengan kandungan natrium rendah dan menghindari tambahan saus yang tinggi garam.
Karbohidrat Merupakan Sumber Energi Penting
Karbohidrat sering menjadi sasaran utama saat seseorang menjalani program diet. Padahal, kelompok makanan seperti kentang, oat, dan sayuran berpati memiliki fungsi penting bagi tubuh.
Menurut Mackenzie Dewsnap, seorang ahli gizi, organ-organ vital seperti otak, ginjal, dan otot membutuhkan karbohidrat agar dapat berfungsi dengan baik.
Selain sebagai sumber energi utama, makanan kaya karbohidrat juga mengandung serat yang membantu menjaga kesehatan pencernaan dan memberikan rasa kenyang lebih lama.
Gluten Tidak Selalu Berbahaya
Popularitas produk gluten-free membuat sebagian orang menganggap gluten sebagai zat yang harus dihindari. Padahal, gluten merupakan protein alami yang terdapat dalam gandum, barley, dan rye.
Protein ini berfungsi memberikan tekstur dan elastisitas pada berbagai produk makanan seperti roti dan pasta.
“Hanya penderita penyakit celiac, alergi gandum, atau intoleransi gluten yang terdampak negatif oleh gluten,” ujar Rachel Caine, MS, RD, LDN, ahli gizi terdaftar.
Bagi individu yang tidak memiliki kondisi tersebut, produk gandum utuh yang mengandung gluten tetap dapat menjadi pilihan makanan bergizi.
Telur Kaya Protein dan Nutrisi Penting
Telur pernah dianggap sebagai makanan yang perlu dibatasi karena kandungan kolesterolnya. Namun, sejumlah penelitian modern menunjukkan bahwa hubungan antara kolesterol makanan dan kadar kolesterol darah tidak sesederhana yang diperkirakan sebelumnya.
Menurut ahli gizi Alexandra Lewis, RD, LDN, telur memang mengandung lemak, tetapi sebagian termasuk kategori lemak baik yang dibutuhkan tubuh.
Selain itu, telur merupakan sumber protein berkualitas tinggi yang juga mengandung vitamin dan mineral penting untuk mendukung berbagai fungsi tubuh.
Kopi Tidak Selalu Buruk untuk Kesehatan
Kandungan kafein membuat kopi kerap dianggap sebagai minuman yang kurang sehat. Namun, konsumsi kopi dalam jumlah wajar justru dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan.
“Kopi mengandung beberapa vitamin B penting dan dikaitkan dengan risiko diabetes tipe 2 yang lebih rendah,” ujar Juliana Dewsnap, RD, LDN, CPT.
Meski demikian, manfaat tersebut dapat berkurang apabila kopi dikonsumsi bersama tambahan gula berlebih, sirup manis, mentega, atau bahan tinggi kalori lainnya.
Produk Susu Mengandung Nutrisi Lengkap
Produk susu juga sering dihindari karena dianggap tinggi lemak. Padahal, susu dan berbagai produk olahannya mengandung vitamin D, magnesium, kalium, serta protein yang berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh.
Menurut Rachel Caine, bahkan orang yang memiliki intoleransi laktosa masih dapat mengonsumsi beberapa produk susu fermentasi atau produk yang telah mengalami proses pematangan tertentu.
Selain membantu menjaga kesehatan tulang dan otot, konsumsi produk susu dalam jumlah yang sesuai juga dikaitkan dengan pengelolaan berat badan serta kesehatan jantung yang lebih baik.
Para ahli gizi menegaskan bahwa tidak ada satu jenis makanan yang otomatis menjadi penyebab masalah kesehatan. Yang lebih penting adalah pola makan secara keseluruhan, keseimbangan nutrisi, dan kebiasaan konsumsi sehari-hari. Karena itu, sebelum menghilangkan suatu makanan dari menu harian, penting untuk memahami kandungan gizinya secara lebih menyeluruh.
Referensi:
detikFood
Real Simple
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kuliner Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kuliner — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Banyak orang menghindari makanan tertentu karena dianggap tinggi lemak, karbohidrat, kolesterol, atau zat lain yang dinilai kurang baik bagi kesehatan....
Minum air putih setiap hari sering dianggap sebagai kebiasaan sederhana yang manfaatnya hanya berkaitan dengan kesehatan fisik. Padahal, sejumlah penelitian...