Pilihan Warna Pagar PVC Agar Rumah Terlihat Mewah dan Elegan
Pagar menjadi elemen pertama yang dilihat dari sebuah hunian. Tampilan pagar tidak hanya berfungsi sebagai pembatas, tetapi juga memengaruhi kesan...
Read more
Kebocoran listrik bisa muncul dari hal-hal sepele di rumah, namun berpotensi menimbulkan risiko serius. Sensasi tersetrum ringan saat menyentuh kulkas atau mesin cuci, atau lampu yang tiba-tiba meredup tanpa alasan, bisa menjadi tanda awal adanya masalah listrik di rumah. Mengenali tanda-tanda ini sejak dini sangat penting untuk mencegah kerugian baik dari sisi keamanan maupun biaya listrik.
Kebocoran listrik terjadi ketika arus listrik mengalir ke bagian yang seharusnya tidak bertegangan, seperti bodi peralatan atau ke tanah. Kondisi ini tidak hanya bisa membuat tagihan listrik membengkak, tapi juga meningkatkan risiko korsleting hingga kebakaran.
Beberapa tanda umum kebocoran listrik, menurut PLN, antara lain:
Peralatan listrik terasa nyetrum: Saat menyentuh kulkas, mesin cuci, atau pompa air terasa kesetrum ringan, kemungkinan ada arus bocor pada peralatan tersebut.
ELCB sering trip: Rumah yang menggunakan Earth Leakage Circuit Breaker (ELCB) akan otomatis memutus arus jika terdeteksi kebocoran. Jika ELCB sering aktif, ini menandakan masalah pada instalasi atau perangkat listrik.
Lampu redup atau tagihan listrik naik drastis: Lonjakan tagihan tanpa peningkatan pemakaian atau lampu yang sering meredup bisa menjadi indikasi arus listrik tidak efisien dan ada kebocoran.
Deteksi kebocoran listrik juga bisa dilakukan menggunakan tespen atau multimeter. Jika lampu tespen menyala saat ditempelkan pada bodi peralatan, berarti terdapat arus bocor.
Kebocoran listrik biasanya disebabkan oleh kerusakan pada kabel. Namun, ada beberapa faktor lain yang perlu diperhatikan:
Kabel terkelupas atau rusak akibat usia atau gigitan tikus.
Instalasi listrik tidak sesuai standar.
Peralatan listrik rusak atau aus.
Lingkungan lembap atau terkena air yang meningkatkan risiko arus bocor.
Stop kontak dan sakelar yang aus bisa menjadi jalur kebocoran listrik.
Untuk mencegah kebocoran listrik, lakukan tindakan berikut sejak dini:
Matikan listrik melalui MCB jika terdeteksi kebocoran.
Gunakan ELCB untuk memutus arus otomatis saat terjadi kebocoran.
Lakukan pemeriksaan instalasi listrik setahun sekali.
Panggil teknisi listrik berlisensi untuk perbaikan atau instalasi baru.
Hindari menempatkan peralatan listrik di area lembap tanpa pelindung tambahan.
Dengan langkah-langkah ini, rumah dapat lebih aman dari risiko kebocoran listrik sekaligus menjaga efisiensi pemakaian listrik.
Referensi: Medcom
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Properti Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia properti — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Sebuah rekaman CCTV memperlihatkan aksi pelecehan terhadap karyawati toko ponsel di kawasan Pasar Benai, Kecamatan Benai, Kabupaten Kuantan Singingi, yang...
Fenomena weekend warrior, yaitu orang yang hanya berolahraga berat di akhir pekan, ternyata menyimpan risiko kesehatan yang tidak bisa dianggap...