Tercekik Blokade AS, Warga Kuba Curhat Soal Listrik dan Krisis Pangan
Kuba tengah menghadapi krisis pangan dan energi yang semakin memburuk. Pemadaman listrik terjadi hampir setiap hari, bahkan di sejumlah wilayah...
Read more
Ribuan sekolah di Korea Selatan kini telah tutup karena kekurangan jumlah siswa, sebuah fenomena yang mencerminkan dampak penurunan tingkat kelahiran di negara tersebut. Berdasarkan data resmi, setidaknya 4.008 sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas tidak berfungsi lagi setelah beberapa tahun terakhir.
Anggota parlemen dari Partai Demokrat Korea, Jin Sun Mee, menyampaikan data dari Kementerian Pendidikan Korea Selatan yang menunjukkan bahwa jumlah sekolah yang berhenti beroperasi terus meningkat akibat menurunnya populasi siswa.
“Sejumlah besar sekolah telah tutup, dan akan ada lebih banyak lagi sekolah yang diperkirakan tutup karena penurunan jumlah siswa,” kata Jin, seperti dikutip dari laporan The Korea Herald.
Menurut catatan kementerian, sekolah dasar menjadi yang paling banyak terdampak, dengan 3.674 sekolah dasar yang sudah tutup. Sementara itu, 264 sekolah menengah pertama dan 70 sekolah menengah atas juga tidak lagi beroperasi.
Data tersebut juga mencatat tren penutupan sekolah dalam beberapa tahun terakhir. Dalam lima tahun terakhir, sebanyak 158 sekolah telah ditutup. Pemerintah memperkirakan bahwa 107 sekolah lainnya akan tutup dalam lima tahun ke depan jika tren jumlah siswa terus menurun.
Penurunan jumlah siswa ini juga berdampak pada tenaga pendidik. Data Kementerian Pendidikan per Februari 2025 menunjukkan bahwa lebih dari 2.000 guru tidak dipekerjakan untuk tahun ajaran 2025. Khususnya, penurunan tenaga pengajar tersebut mencakup 1.289 guru sekolah dasar dan 1.700 guru sekolah menengah pertama.
Jin juga menekankan perlunya strategi jangka panjang untuk menghadapi fenomena ini, termasuk memanfaatkan gedung sekolah yang tutup sebagai aset bagi masyarakat setempat.
“Perlu ada peta jalan jangka panjang untuk memanfaatkan sekolah-sekolah ini sebagai aset bagi masyarakat setempat,” ujarnya.
Dalam menanggapi penutupan sekolah secara besar-besaran, kantor pendidikan di berbagai provinsi dan wilayah metropolitan di Korea Selatan telah menerapkan sejumlah langkah adaptif. Beberapa sekolah mulai mengurangi jumlah siswa per kelas menjadi sekitar 10 hingga 15 siswa, sekaligus menambah jumlah kelas untuk mengakomodasi siswa yang tersisa.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya agar sekolah yang masih beroperasi dapat terus memberikan layanan pendidikan meskipun jumlah siswanya menurun drastis.
Penutupan sekolah yang masif di Korea Selatan tidak terlepas dari fenomena penurunan tingkat kelahiran yang signifikan di negara itu selama beberapa tahun terakhir. Korea Selatan bahkan mencatat angka kesuburan total di bawah 0,8, yang merupakan salah satu terendah di dunia. Kondisi tersebut menyebabkan jumlah anak usia sekolah terus menurun, sehingga berdampak langsung pada keberlanjutan sekolah di berbagai wilayah.
Penurunan jumlah siswa ini merupakan isu sosial dan demografis besar yang tengah dihadapi Korea Selatan. Tidak hanya pendidikan, fenomena ini juga berdampak pada pasar tenaga kerja, perencanaan kota, dan kebijakan sosial lainnya.
Referensi: CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Konten lokal menunjukkan taringnya di platform Netflix Indonesia. Pada periode 2-8 Februari 2026, sebanyak tujuh dari sepuluh film terpopuler di...
Julian Alvarez kembali menunjukkan ketajamannya bersama Atletico Madrid. Penyerang asal Argentina itu mencetak satu gol dalam kemenangan telak 4-0 atas...