Trump Ungkap Opsi Keras atau Damai dalam Konflik AS dan Iran
Presiden Donald Trump mengungkapkan bahwa Amerika Serikat memiliki dua opsi utama dalam menghadapi konflik dengan Iran. Pernyataan ini disampaikan setelah...
Read more
Penyelidikan awal mengungkap dugaan pemicu awal kebakaran dahsyat yang melanda sebuah bar di Crans Montana, Swiss, pada malam pergantian tahun baru, Rabu 31 Desember. Sedikitnya 40 orang dilaporkan tewas akibat insiden tersebut, sementara puluhan lainnya mengalami luka bakar serius.
Menurut Jaksa Beatrice Pilloud, api diduga bermula dari kembang api atau lilin dekoratif yang diikatkan pada botol sampanye saat pesta berlangsung.
“Semua indikasi menunjukkan bahwa api bermula dari lilin atau lampu Bengal yang diikatkan pada botol sampanye,” kata Beatrice Pilloud dalam konferensi pers.
Ia menjelaskan bahwa percikan api berada terlalu dekat dengan langit-langit bar. Dari titik tersebut, api dengan cepat membesar dan menyebar ke seluruh ruangan. Penyelidik juga akan memeriksa apakah material busa pada langit-langit ikut mempercepat penyebaran api.
Menurut pihak kejaksaan, penyelidikan lanjutan akan menentukan apakah ada pihak yang dapat dimintai pertanggungjawaban pidana terkait dugaan kelalaian dalam tragedi ini.
Bar yang terbakar diketahui bernama Le Constellation. Kebakaran besar ini membuat banyak korban mengalami luka bakar sangat parah sehingga proses identifikasi jenazah diperkirakan membutuhkan waktu lama. Menurut otoritas setempat, banyak korban yang masih berjuang untuk bertahan hidup di rumah sakit.
Kepala wilayah Valais, Mathias Reynard, menyampaikan bahwa sejumlah korban luka dalam kondisi kritis.
“Banyak dari mereka yang terluka masih berjuang untuk hidup hingga hari ini,” kata Mathias Reynard dalam konferensi pers.
Sekitar 50 korban luka akan dipindahkan ke unit perawatan luka bakar di berbagai rumah sakit di Eropa, termasuk di Jerman dan Prancis.
Otoritas lokal menyebutkan bahwa dari total korban luka, 113 orang telah teridentifikasi. Rinciannya antara lain 71 warga Swiss, 14 warga Prancis, 11 warga Italia, 4 warga Spanyol, serta masing-masing satu warga dari Bosnia, Belgia, Polandia, Portugal, dan Luksemburg.
Saat ini, tim penyelidik masih bekerja menelusuri penyebab pasti kebakaran serta memastikan prosedur keselamatan yang diterapkan di lokasi kejadian. Fokus terbesar tetap pada penanganan korban serta proses identifikasi yang berlangsung secara hati-hati mengingat tingkat keparahan luka bakar yang dialami para korban.
Referensi: CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Peristiwa tragis terjadi di wilayah Karawang, Jawa Barat, ketika seorang pria berinisial C berusia 32 tahun meninggal dunia setelah lehernya...
Kabar penting bagi pemilik Surat Izin Mengemudi atau Surat Izin Mengemudi yang masa berlakunya baru saja habis. Dalam kondisi tertentu,...