Pertandingan antara Barcelona dan Atletico Madrid pada babak perempat final Liga Champions diprediksi berlangsung sengit. Laga ini akan digelar di Stadion Camp Nou pada Kamis (10/4) dini hari WIB dan menjadi salah satu duel paling dinanti musim ini.
Menurut laporan pertandingan, kedua tim sudah saling bertemu sebanyak empat kali sepanjang musim 2025/2026. Barcelona tampil dominan dengan meraih tiga kemenangan, sementara Atletico Madrid hanya mampu mencatat satu kemenangan di ajang Copa del Rey.
Rekam jejak tersebut menambah tensi pertandingan. Selain faktor tim, laga ini juga akan ditentukan oleh sejumlah duel individu krusial di berbagai lini.
Adu Kekuatan Bintang di Setiap Lini
Salah satu duel menarik terjadi antara Lamine Yamal dan Matteo Ruggeri. Yamal yang masih berusia 18 tahun tampil impresif musim ini dengan torehan lima gol di Liga Champions. Ia diprediksi akan menjadi ancaman serius bagi lini pertahanan Atletico, khususnya di sisi kiri yang dijaga Ruggeri.
Di sisi lain, Atletico memiliki senjata baru dalam diri Ademola Lookman. Pemain yang direkrut dari Atalanta ini dikenal dengan kecepatan dan agresivitasnya. Ia kemungkinan akan berhadapan langsung dengan bek Barcelona, Eric Garcia, dalam duel yang berpotensi menjadi titik rawan bagi tuan rumah.
Absennya Raphinha membuat Barcelona mengandalkan Marcus Rashford di sektor sayap. Pemain asal Inggris tersebut akan menghadapi tantangan dari Nahuel Molina, bek andalan Atletico yang juga merupakan juara Piala Dunia 2022 bersama Argentina.
Duel lainnya yang tak kalah menarik adalah pertemuan antara Antoine Griezmann dan bek muda Barcelona, Pau Cubarsi. Griezmann diprediksi menjadi tumpuan serangan Atletico, sementara Cubarsi akan diuji dalam menjaga lini pertahanan dengan strategi garis tinggi.
Tak hanya lini depan dan belakang, sektor penjaga gawang juga menjadi sorotan. Joan Garcia dari Barcelona dan Jan Oblak dari Atletico Madrid akan saling adu ketangkasan. Keduanya berpotensi menjadi penentu hasil akhir pertandingan, terutama dalam laga dengan intensitas tinggi seperti ini.
Garcia dikenal piawai dalam membangun serangan dari belakang, sementara Oblak tetap menjadi sosok penting di bawah mistar gawang Atletico meski performa tim terkadang tidak konsisten.
Pertandingan ini dipastikan menghadirkan tensi tinggi, baik dari segi taktik maupun duel individu. Dengan kualitas pemain yang dimiliki kedua tim, laga ini berpotensi menjadi salah satu pertandingan terbaik di babak perempat final Liga Champions musim ini.
Referensi:
CNN Indonesia