Polisi Bongkar Praktik Judi Berkedok Arena Permainan di Jakarta
Polda Metro Jaya mengungkap praktik perjudian berkedok arena permainan yang beroperasi di wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Dalam operasi...
Read more
Pagi ini, suasana di Jalan Otista, Jakarta Timur, mendadak ricuh. Semua bermula dari dampak kemarahan atas tewasnya seorang pengemudi ojol bernama Affan Kurniawan yang dilindas rantis Brimob saat pengamanan demo. Aksi protes yang awalnya menuntut keadilan, berubah jadi keributan yang menguras tenaga dan melelahkan.
Kericuhan pecah sekitar pukul 03.00 WIB, ketika massa yang merasa dikecewakan mulai berkumpul di Otista. Apa yang mereka sampaikan lewat aksi awalnya murni solidaritas terhadap Affan Kurniawan—pemogokan dan tuntutan tanggung jawab. Namun, suasana cepat meningkat saat beberapa demonstran melakukan pelemparan hingga membakar ban. Gas air mata digunakan untuk meredam, tapi bukan itu saja yang bikin geger. Tiba-tiba, satu anggota lalu lintas diculik oleh massa dan disandera—seolah ingin peringatan dicatat lebih keras dari biasanya.
Polisi langsung merespons—mereka mengamankan area dan mencoba bernegosiasi dengan pemimpin massa agar situasi tidak berlanjut. Meski berbuntut dramatis, aparat juga memastikan agar kerusakan fisik dan keseluruhan situasi bisa dikendalikan. Hingga berita ini ditulis, anggotanya berhasil dievakuasi dengan selamat dan proses mediasi masih berlangsung.
Semua kejadian ini punya titik awal yang menyedihkan: kematian Affan Kurniawan. Rantis Brimob yang tengah melintas dalam pengamanan demo menabraknya tanpa bisa dicegah, meninggalkan luka mendalam bagi komunitas ojol. Demonstrasi yang awalnya damai berubah jadi memuncak karena duka dan tuntutan yang tak segera direspons. Otista jadi salah satu titik kedukaan yang tersulut dalam waktu singkat.
Aksi ini menunjukkan dua hal sekaligus: solidaritas antarfaksi masyarakat yang dirasa tidak diwakili dengan adil, dan sekaligus ketidaksiapan sistem meredam eskalasi emosional. Ketika dialog tertutup rapat, respons massa sering kali meluap jadi bentuk ekspresi langsung. Dan ketika ekspresi itu mulai fisik, aparat harus tangani dengan hati-hati agar tidak jadi spiral yang membahayakan semua pihak.
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Skotlandia berhasil memulai perjalanan mereka di Piala Dunia FIFA 2026 dengan hasil positif setelah mengalahkan Haiti 1-0 dalam laga Grup...
Piala Dunia FIFA 2026 kembali menyajikan pertandingan menarik yang mempertemukan dua tim dengan karakter permainan berbeda namun sama-sama berbahaya. Pada...