Pakar Nilai Iran Tak Akan Percaya Klaim Trump Soal Perang Hampir Selesai
Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengisyaratkan bahwa perang melawan Iran hampir selesai memunculkan berbagai tanggapan dari para pengamat...
Read more
Ruang sidang tampak menyisakan baris demi baris kursi yang kosong. Banyak delegasi secara serentak melakukan walk out ketika Netanyahu mulai berbicara dalam agenda General Debate PBB.
Netanyahu kemudian malah mengajak anggota Majelis Umum PBB untuk “menebak-nebak” pesan dalam pidatonya. Pernyataan ini muncul saat sebagian besar delegasi sudah tidak berada di dalam ruang.
Dalam pidatonya, Netanyahu menyoroti langkah beberapa negara Barat yang baru-baru ini mengakui Palestina sebagai negara berdaulat. Menurutnya, pengakuan seperti itu dikirim sebagai sinyal bahwa pembunuhan Yahudi akan dihargai.
Ia juga mengecam pengakuan dari negara seperti Prancis, Inggris, Australia, dan Kanada. Netanyahu menyebut tindakan mereka sebagai “tanda aib” dan mempertanyakan motivasi politik di balik pengakuan tersebut.
Pidato Netanyahu tak hanya ditujukan ke forum PBB, tetapi juga langsung ke pendengar di Gaza. Dia menyebut bahwa pidatonya disiarkan melalui pengeras suara ke wilayah Gaza dan dibagikan lewat ponsel bagi warga di sana.
Salah satu bagian emosional dari pidato itu adalah pesannya kepada sandera yang masih berada di Gaza. Netanyahu memastikan bahwa pemerintah Israel belum melupakan mereka — dan tegas menuntut agar mereka segera dibebaskan.
Di luar gedung PBB, ribuan orang menggelar aksi unjuk rasa pro-Palestina. Mereka berjalan memadati jalan-jalan New York, membawa poster “Free Palestine” dan menyuarakan kecaman terhadap kebijakan militer Israel.
Unjuk rasa ini menambah intensitas ketegangan politik di tengah forum diplomatik dunia, mengiringi pidato Netanyahu yang menuai reaksi keras.
Netanyahu mengecam negara-negara yang mengakui Palestina sebagai tindakan “gila” dan menyebutnya sebagai pesan berbahaya. Ia menyerang Barat atas isu pengakuan, menyebut bahwa beberapa negara memberi insentif moral kepada aksi kekerasan.
Keluar dari ruang sidang adalah simbol: protes tak hanya dari kata-kata, tetapi dari kehadiran fisik delegasi negara. Aksi itu menandakan bahwa banyak negara menolak legitimasi narasi Netanyahu dalam konteks konflik Israel–Palestina.
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Pertumbuhan bisnis kuliner di Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Bersamaan dengan itu, kebutuhan akan bahan baku praktis dengan...
Klub-klub asal Inggris mengalami malam yang sulit pada leg pertama babak 16 besar UEFA Champions League. Dari enam wakil yang...