Rahasia Mengatasi Gelisah dan Jantung Berdebar dengan Cara yang Lebih Efektif

Jantung berdebar akibat gelisah bisa menyerang kapan saja. Pelajari cara menenangkannya dengan teknik pernapasan, grounding, dan perubahan sederhana. (Foto: Alodokter)

Jantung berdebar akibat gelisah bisa menyerang kapan saja

Rasa gelisah dan jantung berdebar merupakan kombinasi yang kerap membuat tubuh terasa tidak nyaman. Kondisi ini biasanya muncul sebagai respons alami tubuh ketika menghadapi stres atau kecemasan. Berdasarkan informasi dari Very Well Health, reaksi tersebut dikenal sebagai respons fight, flight, atau freeze yang mempersiapkan tubuh menghadapi ancaman.

Meskipun umumnya tidak berbahaya, jantung berdebar akibat gelisah dapat memperburuk kecemasan jika dibiarkan tanpa penanganan. Memahami cara menenangkan pikiran dan tubuh menjadi langkah penting agar kondisi tidak berkembang menjadi lebih parah. Mengutip berbagai sumber, terdapat beberapa cara praktis yang dapat dilakukan untuk mengurangi sensasi gelisah dan detak jantung cepat.

Teknik Pernapasan untuk Menstabilkan Detak Jantung

Mengatur napas menjadi cara paling sederhana dan efektif dalam menenangkan jantung berdebar. Respons kecemasan sering membuat napas menjadi pendek dan cepat, sehingga tubuh merasakan sensasi tidak nyaman. Teknik seperti pernapasan diafragma, mindfulness breathing, dan meditasi dapat membantu menurunkan detak jantung dan membuat tubuh lebih rileks.

Ketika rasa gelisah muncul, duduklah di tempat yang tenang. Tarik napas perlahan melalui hidung, tahan sejenak, lalu embuskan secara perlahan melalui mulut. Ulangi beberapa kali hingga tubuh terasa lebih stabil. Menurut berbagai ahli kesehatan mental, teknik ini membantu mengirim sinyal ke sistem saraf agar kembali ke kondisi aman sehingga detak jantung lebih terkendali.

Aktivitas fisik juga menjadi strategi penting dalam mengurangi stres dan menenangkan jantung. Olahraga ringan seperti berjalan santai, yoga, atau peregangan dapat merangsang pelepasan endorfin, yaitu hormon yang membantu tubuh merasa lebih tenang. Kebiasaan berolahraga secara rutin terbukti menurunkan tingkat kecemasan sekaligus memperbaiki kualitas tidur yang berperan besar dalam menjaga ritme jantung.

Teknik Grounding dan Dropping Anchor untuk Mengembalikan Fokus

Saat rasa cemas muncul tiba-tiba dan cukup kuat, pikiran sering bergerak tidak terkendali. Teknik grounding menggunakan pancaindra dapat membantu mengembalikan fokus pada kondisi saat ini. Berdasarkan penjelasan British Heart Foundation, metode 5-4-3-2-1 menjadi salah satu teknik grounding paling mudah dilakukan.

Metode ini dilakukan dengan mengidentifikasi lima hal yang bisa dilihat, empat hal yang bisa dirasakan dengan sentuhan, tiga suara yang terdengar, dua aroma yang bisa dicium, dan satu hal yang bisa dicicipi. Cara ini membantu mengalihkan perhatian dari pikiran negatif dan membuat tubuh kembali tenang.

Selain itu, teknik dropping anchor juga banyak digunakan dalam pendekatan terapi berbasis mindfulness. Metodenya meliputi tiga langkah sederhana yaitu mengakui rasa gelisah tanpa menolaknya, menyadari tubuh dengan merasakan posisi kaki di lantai atau kursi, dan memfokuskan perhatian pada lingkungan sekitar. Pendekatan ini membantu tubuh merasa lebih aman sehingga jantung dapat berdetak lebih stabil.

Mengalihkan perhatian melalui aktivitas ringan juga bisa memberikan kelegaan cepat. Aktivitas seperti menelepon teman, mendengarkan musik, membaca, atau keluar rumah sebentar dapat memutus alur pikiran negatif. Perubahan suasana membantu tubuh melepaskan ketegangan dan mengurangi sensasi berdebar.

Menurut beberapa ahli kesehatan mental, fokus yang teralihkan secara positif membantu otak keluar dari mode waspada berlebih yang sering memicu detak jantung meningkat. Hal ini menjadi alasan mengapa seseorang sering merasa lebih baik setelah bercakap ringan dengan orang terdekat atau melakukan aktivitas yang menyenangkan.

Selain teknik mental dan pernapasan, memastikan tubuh cukup cairan juga sangat berpengaruh terhadap stabilitas detak jantung. Berdasarkan informasi dari Healthline, dehidrasi dapat membuat darah menjadi lebih kental sehingga jantung harus bekerja lebih keras untuk memompanya. Kondisi ini dapat memicu atau memperburuk sensasi jantung berdebar.

Ketika detak jantung terasa meningkat, minum segelas air dapat membantu tubuh kembali stabil. Perhatikan warna urine sebagai indikator hidrasi. Jika warna terlihat gelap, itu tanda tubuh memerlukan lebih banyak cairan. Kebiasaan minum air secara teratur menjadi langkah sederhana namun penting untuk menjaga keseimbangan fungsi tubuh.

Penting dipahami bahwa meskipun jantung berdebar akibat gelisah umumnya tidak berbahaya, kondisi ini tidak boleh diabaikan apabila muncul terlalu sering atau disertai gejala lain seperti pusing, nyeri dada, atau sesak napas. Dalam kondisi seperti itu, konsultasi dengan tenaga medis profesional menjadi pilihan terbaik untuk memastikan tidak ada gangguan kesehatan lain yang mendasarinya.

Mengelola gelisah dan jantung berdebar memerlukan kombinasi antara teknik relaksasi, kebiasaan sehat, serta kemampuan mengamati kondisi tubuh. Penerapan metode yang tepat akan membantu tubuh kembali tenang sekaligus menjaga kesehatan jantung dalam jangka panjang.

Referensi:
CNN Indonesia

📚 ️Baca Juga Seputar Kesehatan

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kesehatan Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kesehatan — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED