Isu GERD dan Kematian Mendadak, Dokter Beri Penjelasan Lengkap
Meninggalnya selebgram Lula Lahfah, yang ditemukan di sebuah apartemen di kawasan Jakarta Selatan, memicu perhatian publik terhadap kondisi kesehatannya. Perempuan...
Read more
Tren diet Switch-On dari Korea Selatan kini ramai diperbincangkan karena diklaim mampu menurunkan lemak tubuh hanya dalam beberapa minggu tanpa mengorbankan massa otot. Berdasarkan keterangan dari seorang spesialis obesitas Korea Selatan, Dr Park Yong-woo, pola diet ini dirancang untuk mengaktifkan kembali metabolisme tubuh melalui kombinasi minuman protein, puasa terkontrol, serta penghindaran makanan cepat saji dan bahan olahan.
Menurut keterangan yang beredar, banyak pelaku diet ini mengaku mampu menurunkan berat badan sekitar 4 hingga 4,5 kilogram dalam waktu empat minggu. Menariknya, mereka juga menyebut tidak mengalami rasa lemas yang biasanya muncul pada program diet ekstrem. Hal ini membuat diet Switch-On semakin viral di media sosial.
Inti dari diet Switch-On adalah membantu tubuh beralih dari pembakaran karbohidrat menjadi pembakaran lemak tanpa mengurangi massa otot. Menurut Dr Park Yong-woo, konsep ini diterapkan melalui kombinasi asupan protein tinggi, pengaturan pola makan, intermittent fasting, serta disiplin olahraga ringan hingga sedang.
Selama menjalani diet Switch-On, pelaku dianjurkan untuk menghentikan konsumsi gula, alkohol, kafein, tepung, dan makanan olahan. Asupan makanan difokuskan pada sumber protein berkualitas, seperti ayam, ikan, telur, tahu, kacang-kacangan, serta sayuran tinggi serat. Asupan cairan minimal dua liter per hari juga sangat dianjurkan, termasuk probiotik untuk menjaga kesehatan pencernaan, tidur setidaknya enam jam per malam, serta olahraga ringan secara teratur.
Program ini biasanya berlangsung selama beberapa minggu dengan tahapan tertentu. Pada minggu pertama, fokus utamanya adalah pembersihan sistem pencernaan. Menurut penjelasan Dr Park, pelaku diet dianjurkan mengonsumsi minuman protein hingga empat kali sehari disertai aktivitas jalan kaki. Mulai hari keempat, makan siang tinggi protein dan rendah karbohidrat diperbolehkan. Tahap ini diklaim membantu mengurangi rasa kembung dengan cepat.
Pada minggu kedua, pola puasa mulai diterapkan bersama pengurangan konsumsi minuman protein menjadi dua hingga tiga kali sehari. Makan malam tetap difokuskan tanpa karbohidrat. Di tahap ini mulai dikenalkan puasa 24 jam sebanyak satu kali. Sementara itu, kopi hitam sudah diperbolehkan dalam jumlah terbatas.
Memasuki minggu ketiga dan keempat, program diet masuk ke fase penuh. Puasa 24 jam dilakukan dua hingga tiga kali dalam seminggu. Makan siang tetap kaya protein, sedangkan makan malam lebih ringan. Setelah olahraga, karbohidrat sehat seperti ubi jalar, labu, tomat, atau pisang bisa dikonsumsi dalam porsi kecil. Menurut Dr Park, minuman protein dipilih sebagai penahan lapar agar pelaku diet tidak perlu menghitung kalori harian.
Tren ini semakin viral setelah banyak pengguna media sosial membagikan foto perubahan tubuh mereka. Berdasarkan laporan Times of India, ada testimoni yang menyebut penurunan berat badan hingga 4 kilogram hanya dalam enam hari, serta penurunan lemak sekitar 2 kilogram dalam empat minggu, sambil tetap merasa bertenaga.
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Citroen kembali menarik perhatian pasar otomotif dengan menghadirkan mobil hatchback berharga terjangkau. Pabrikan asal Prancis tersebut resmi meluncurkan Citroen C3...
Cuaca hujan yang kerap terjadi dalam beberapa waktu terakhir menjadi tantangan tersendiri bagi pemilik kendaraan. Air hujan yang menempel di...