Cara Masak Nasi Putih agar Kadar Gulanya Lebih Rendah dan Aman untuk Gula Darah

Nasi putih bisa diolah dengan cara sederhana agar kadar gulanya turun. Simak cara memasak nasi putih yang aman untuk gula darah di artikel ini. (Foto: Grid)

Nasi putih bisa diolah dengan cara sederhana agar kadar gulanya turun

Nasi putih merupakan makanan pokok yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Namun, nasi putih dikenal memiliki indeks glikemik (GI) tinggi, yang berarti karbohidrat di dalamnya mudah diubah menjadi gula darah. Akibatnya, konsumsi nasi putih berlebihan bisa membuat kadar gula darah meningkat dengan cepat.

Menurut Healthline, nasi putih memiliki nilai GI sekitar 64, sedangkan nasi merah memiliki GI 55. Nilai ini menunjukkan bahwa nasi putih lebih cepat meningkatkan kadar gula darah dibandingkan nasi merah. Karena itu, banyak ahli gizi menyarankan agar konsumsi nasi putih dibatasi, terutama bagi penderita diabetes atau yang berisiko tinggi terhadap penyakit tersebut.

Namun, kamu tidak perlu khawatir. Berdasarkan temuan yang dikutip dari Liverpool John Moores University dan Indian Express, ada beberapa cara sederhana memasak nasi putih agar kadar gulanya turun, tanpa mengurangi rasa dan teksturnya yang khas.


Rendam Beras Sebelum Dimasak

Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah merendam beras selama beberapa jam sebelum dimasak. Menurut laporan Indian Express, proses perendaman dapat mengaktifkan pemecahan enzimatik pada pati yang terkandung dalam beras.

Dengan cara ini, karbohidrat kompleks akan berubah menjadi gula sederhana sehingga skor indeks glikemik beras menurun. Akibatnya, nasi putih yang sudah direndam tidak akan memicu lonjakan gula darah secara signifikan setelah dikonsumsi.

Selain itu, merendam beras juga membantu mengurangi kadar arsenik alami yang biasanya terdapat pada padi. Proses ini membuat nasi menjadi lebih aman dan sehat untuk tubuh.


Tambahkan Minyak Kelapa Saat Memasak

Selain perendaman, kamu juga bisa menambahkan sedikit minyak kelapa saat memasak nasi putih. Menurut penelitian yang dikutip dari Healthline, minyak kelapa dapat mengubah struktur pati dalam nasi, sehingga proses pencernaan dan penyerapan gula menjadi lebih lambat.

Untuk hasil terbaik, tambahkan satu sendok teh minyak kelapa untuk setiap 100 gram beras. Setelah nasi matang, dinginkan di dalam kulkas selama sekitar 12 jam sebelum dikonsumsi. Pendinginan ini akan membantu membentuk pati resisten, yaitu jenis pati yang tidak mudah dicerna tubuh dan bermanfaat menstabilkan kadar gula darah.

Langkah ini juga memberikan aroma khas dan rasa gurih yang lembut pada nasi, menjadikannya tidak hanya lebih sehat tetapi juga lebih lezat.


Mengapa Cara Ini Efektif

Penurunan kadar gula pada nasi putih terjadi karena terjadinya perubahan pada struktur kimia pati selama proses perendaman, penambahan lemak sehat, dan pendinginan. Kombinasi ini menghasilkan pati resisten (resistant starch), yaitu pati yang berfungsi mirip serat dan membantu menjaga kestabilan kadar gula darah.

Menurut tinjauan ilmiah yang dipublikasikan di Journal of Food Science and Technology, konsumsi nasi yang telah mengalami proses seperti ini dapat menurunkan respon glukosa postprandial (kenaikan gula darah setelah makan) hingga 20 persen dibandingkan nasi putih biasa.


Tips Tambahan agar Nasi Lebih Sehat

  1. Gunakan air dalam perbandingan tepat. Hindari terlalu banyak air agar nasi tidak terlalu lembek, karena tekstur lembek dapat mempercepat proses pencernaan pati.

  2. Gunakan beras pulen alami, bukan yang dipoles atau diputihkan berlebihan. Beras yang masih mengandung sedikit lapisan dedak cenderung memiliki GI lebih rendah.

  3. Kombinasikan dengan lauk berprotein tinggi dan serat, seperti ayam, ikan, atau sayuran hijau. Protein dan serat membantu menstabilkan penyerapan gula dalam tubuh.

Dengan cara ini, kamu masih bisa menikmati nasi putih tanpa perlu khawatir terhadap lonjakan gula darah. Langkah-langkah sederhana tersebut bisa diterapkan sehari-hari, terutama bagi mereka yang ingin menjaga kadar gula tetap stabil namun tidak ingin meninggalkan nasi sebagai sumber karbohidrat utama.

Referensi: CNN Indonesia
Referensi tambahan: Healthline, Indian Express

📚 ️Baca Juga Seputar Kesehatan

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kesehatan Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kesehatan — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED