Gempa Dangkal M 4,8 Guncang Laut Jember, Getarannya Terasa hingga Bali
Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah laut tenggara Jember, Jawa Timur, pada Selasa sore, 26 Mei 2026. Getaran gempa tidak hanya...
Read more
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengungkap bahwa proses pemulihan Andrie Yunus, aktivis KontraS yang menjadi korban penyiraman air keras, membutuhkan waktu yang tidak singkat. Berdasarkan hasil pendalaman medis, pemulihan korban diperkirakan berlangsung dalam jangka panjang dengan tahapan yang kompleks.
Menurut Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Saurlin P. Siagian, luka yang dialami Andrie Yunus tergolong sebagai luka bakar akibat zat kimia asam kuat. Kondisi ini membuat penanganan medis harus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.
“Operasi masih terus berlanjut dan akan berlangsung enam bulan sampai dua tahun ke depan untuk pemulihan,” kata Saurlin di Jakarta, Jumat (27/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa enam bulan pertama menjadi fase krusial dalam proses penyembuhan. Pada periode ini, tim medis akan memantau stabilitas luka sekaligus melihat respons tubuh terhadap berbagai tindakan medis lanjutan.
Sementara itu, Komisioner Mediasi Komnas HAM, Pramono Ubaid Tanthowi, menambahkan bahwa penanganan medis yang diberikan sejauh ini telah dilakukan secara intensif dan terukur. Namun, beberapa kondisi spesifik masih terus dianalisis, terutama pada bagian mata kanan korban.
“Mereka belum bisa menyimpulkan apakah mengalami penurunan atau peningkatan, itu masih dalam proses,” ujar Ubaid.
Pendalaman yang dilakukan Komnas HAM tidak hanya berfokus pada kondisi fisik, tetapi juga mencakup dampak jangka pendek dan panjang, termasuk aspek psikologis korban. Hal ini menjadi dasar dalam penyusunan rekomendasi perlindungan hak korban ke depan.
Berdasarkan data dari pihak rumah sakit, kondisi medis Andrie Yunus menunjukkan adanya tantangan serius dalam pemulihan jaringan. Tim medis menemukan iskemia pada sekitar 40 persen area bawah sklera mata kanan, yang menyebabkan penipisan jaringan.
Manajer Hukum dan Humas RSCM, Yoga Nara, menjelaskan bahwa korban telah menjalani tindakan operasi terpadu pada Rabu, 25 Maret 2026 pukul 10.00 WIB. Operasi ini melibatkan tim spesialis mata dan bedah plastik.
“Pada hari Rabu, 25 Maret 2026, pukul 10.00 WIB, pasien menjalani tindakan operasi terpadu yang melibatkan tim spesialis mata dan bedah plastik,” kata Yoga.
Dalam prosedur tersebut, dilakukan sejumlah tindakan penting, antara lain:
Langkah ini bertujuan untuk memperbaiki permukaan bola mata yang terdampak. Selain itu, tim medis juga melakukan debridement dan cangkok kulit pada area luka bakar di mata, dada, dan pundak untuk mempercepat proses penyembuhan.
Saat ini, fokus utama penanganan adalah menjaga integritas bola mata kanan serta mengendalikan proses inflamasi yang masih berlangsung. Pemantauan dilakukan secara ketat oleh tim medis multidisiplin guna memastikan perkembangan kondisi korban tetap terkendali.
Referensi:
Detik
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Momen Idul Adha memang selalu membawa suasana hangat di rumah. Selain kumpul keluarga dan tradisi berbagi daging kurban, ada satu...
Ada satu aroma masakan yang sering langsung mengingatkan banyak orang pada suasana rumah hangat dan makan bersama keluarga, yaitu aroma...