Warga menemukan mayat seorang pria di aliran Sungai Gintung, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Korban diduga merupakan korban banjir yang terseret arus sungai setelah debit air meningkat akibat hujan dengan intensitas tinggi.
Penemuan jenazah terjadi pada Jumat malam, 23 Januari, di wilayah Dusun Tretep, Desa Sima, Kecamatan Moga. Mayat ditemukan di antara material banjir yang terbawa arus sungai, seperti kayu dan bebatuan, saat kondisi air sedang meluap.
Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pemalang, Agus Ikmaludin, korban berjenis kelamin laki-laki dan hingga kini masih dalam proses identifikasi.
“Korban meninggal dunia berjenis kelamin laki-laki, masih diidentifikasi,” kata Agus Ikmaludin, Kepala BPBD Kabupaten Pemalang.
Berdasarkan penjelasan BPBD, hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan lereng Gunung Slamet sejak Jumat pagi. Kondisi tersebut menyebabkan aliran Sungai Gintung meluap dan membawa material dari kawasan hutan di sekitarnya.
Agus menyebutkan bahwa korban ditemukan di aliran sungai saat proses pemantauan dampak banjir dilakukan oleh petugas gabungan.
“Korban ditemukan di aliran Sungai Gintung. Saat ini jenazah sudah dievakuasi ke rumah sakit,” ujar Agus.
Sebelumnya, informasi mengenai banjir besar di Sungai Gintung sempat beredar luas di media sosial. Rekaman video menunjukkan derasnya arus sungai yang membawa bebatuan besar serta kayu-kayu dari hulu sungai di kawasan pegunungan.
Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Pemalang masih terus memantau wilayah terdampak dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir susulan. Warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras kembali turun.
Proses identifikasi korban masih dilakukan oleh pihak berwenang di rumah sakit. BPBD memastikan akan terus memberikan pembaruan informasi sesuai hasil penanganan di lapangan.
Referensi: Detik