Meta resmi memperluas langkahnya di industri kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dengan meluncurkan Muse Spark 1.1, model AI yang dirancang khusus untuk membantu aktivitas pemrograman. Kehadiran teknologi ini menandai keseriusan perusahaan dalam memasuki pasar AI coding yang selama ini telah diramaikan oleh OpenAI, Anthropic, dan Google.
Menurut Meta, Muse Spark 1.1 merupakan penyempurnaan dari versi sebelumnya yang diperkenalkan beberapa bulan lalu. Model terbaru ini kini tersedia dalam versi pratinjau melalui API sehingga dapat diintegrasikan langsung ke berbagai aplikasi dan layanan yang dikembangkan oleh para programmer.
Peluncuran tersebut juga memperlihatkan perubahan strategi Meta. Jika sebelumnya perusahaan lebih banyak mengembangkan model AI terbuka atau open source, kali ini Muse Spark 1.1 menjadi salah satu layanan AI komersial yang dikenakan biaya bagi pengguna bisnis.
Muse Spark 1.1 Dirancang untuk Pekerjaan Pemrograman yang Lebih Kompleks
Menurut Meta, kemampuan Muse Spark 1.1 tidak hanya sebatas menghasilkan kode program. Model ini juga dibekali kemampuan agentic AI, yaitu teknologi yang memungkinkan sistem melakukan perencanaan, koordinasi, hingga berinteraksi dengan berbagai aplikasi secara otomatis untuk menyelesaikan tugas yang lebih rumit.
Fitur tersebut membuat Muse Spark 1.1 dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki bug secara otomatis, melakukan migrasi kode dalam proyek berskala besar, serta memahami berbagai jenis dokumen, gambar, maupun video sebagai bagian dari alur kerja pengembangan perangkat lunak.
Berdasarkan informasi perusahaan, model AI ini juga dirancang agar mampu membantu developer menghemat waktu dalam menyelesaikan pekerjaan teknis yang sebelumnya membutuhkan proses manual dalam waktu lama.
Selain membuka akses melalui API, Meta mulai mengintegrasikan Muse Spark 1.1 ke layanan Meta AI yang tersedia di berbagai aplikasi miliknya. Ke depan, model tersebut diproyeksikan menggantikan teknologi AI sebelumnya yang digunakan pada chatbot di WhatsApp, Facebook, Instagram, hingga perangkat kacamata pintar Meta.
Strategi Baru Meta Hadapi Persaingan AI Coding
Meta juga mulai menerapkan model bisnis baru untuk layanan AI coding ini. Developer yang ingin mencoba Muse Spark 1.1 akan memperoleh kredit awal sebesar 20 dollar AS atau sekitar Rp326.000 dengan asumsi kurs sekitar Rp16.300 per dollar AS.
Setelah kredit tersebut habis, pengguna akan dikenakan tarif sekitar 1,25 dollar AS atau sekitar Rp20.000 per satu juta token input dan 4,25 dollar AS atau sekitar Rp69.000 per satu juta token output.
Menurut Mark Zuckerberg, CEO Meta, struktur harga tersebut sengaja dibuat lebih kompetitif agar mampu menarik lebih banyak developer dibandingkan layanan AI coding dari perusahaan lain.
Peluncuran Muse Spark 1.1 juga berlangsung tidak lama setelah Meta memperkenalkan Muse Image, model AI pembuat gambar yang dikembangkan oleh divisi Meta Superintelligence Labs. Langkah ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya fokus pada chatbot, tetapi juga membangun ekosistem AI yang mencakup pembuatan gambar, pemrograman, hingga layanan berbasis agen AI.
Dengan hadirnya Muse Spark 1.1, persaingan di pasar AI coding diperkirakan akan semakin ketat. Saat ini, OpenAI menawarkan GPT-5.6 dan ChatGPT Work untuk kebutuhan pemrograman, Anthropic menghadirkan Claude Code, sementara Google terus mengembangkan kemampuan coding melalui keluarga model Gemini. Kehadiran Meta diperkirakan akan mempercepat inovasi sekaligus memberikan lebih banyak pilihan bagi pengembang perangkat lunak di berbagai negara.
Referensi:
Kompas Tekno