Kabut Asap Karhutla Ternyata Bisa Ganggu Kesuburan Pria, Ini Temuan Studi
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan selama ini dikenal sebagai ancaman serius bagi kesehatan pernapasan. Namun, dampaknya ternyata berpotensi...
Read more
Memasuki tahun 2026, semakin banyak orang yang menargetkan hidup lebih sehat dan bugar. Namun, menurut sejumlah dokter, kesalahan paling umum adalah menganggap olahraga sebagai resolusi musiman yang hanya dilakukan saat ada waktu luang. Padahal, olahraga adalah kebutuhan tubuh yang seharusnya menjadi rutinitas jangka panjang.
Menurut dr Anita Suryani, SpKO, Spesialis Kebugaran dari EMC Healthcare, tidak ada waktu yang benar-benar paling tepat untuk mulai berolahraga. Waktu terbaik justru adalah saat ini.
“Sejak awal kita diciptakan sebagai makhluk bergerak. Jadi bergerak atau olahraga itu sebenarnya kebutuhan tubuh supaya aliran darah lancar, otak terjaga, jantung sama paru semuanya bagus,” kata dr Anita Suryani, EMC Healthcare.
Agar konsisten, olahraga sebaiknya dipilih sesuai minat dan kemampuan masing-masing orang. Menurut dr Anita, memilih jenis olahraga mirip seperti memilih pasangan hidup. Jika tidak sesuai karakter, maka olahraga akan terasa membebani dan sulit dilakukan secara rutin.
“Kalau orangnya suka olahraga tim, jangan dipaksa olahraga sendirian karena pasti cepat bosan. Yang suka olahraga pakai musik, jangan cuma disuruh jalan kaki. Dia mungkin lebih cocok zumba atau aerobik. Orang yang suka olahraga yang santai, jangan disuruh olahraga berat,” ujarnya.
Dengan kata lain, kenyamanan menjadi kunci konsistensi. Selama tidak memicu cedera dan dilakukan sesuai kemampuan, hampir semua jenis aktivitas fisik dianggap aman. Ada juga pasien yang memilih olahraga seperti berenang atau berkuda karena terasa lebih menyenangkan.
“Intinya lakukan olahraga yang bikin waktu terasa cepat berlalu. Suka berenang ya berenang, suka sepeda ya sepedaan. Jangan memaksakan olahraga yang tidak disukai,” kata dr Anita.
Dokter juga menekankan pentingnya mendengarkan tubuh. Jika ada keluhan nyeri, pusing, atau kelelahan ekstrem, sebaiknya turunkan intensitas latihan dan konsultasikan ke tenaga medis bila diperlukan. Tujuan olahraga bukanlah memaksa tubuh, tetapi membuat tubuh tetap aktif, bugar, dan sehat dalam jangka panjang.
Saat olahraga dilakukan dengan tepat dan sesuai karakter, peluang menjaga kebiasaan sehat menjadi lebih besar, termasuk meningkatkan kualitas tidur, suasana hati, dan performa harian.
Referensi: DetikHealth
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kesehatan Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kesehatan — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Pemain Persib Bandung, Saddil Ramdani, mengunggah pesan bernada perpisahan menjelang bergulirnya pekan perdana Super League 2026/2027. Unggahan tersebut membuat masa...
Chelsea mengambil keputusan besar pada hari terakhir bursa transfer musim panas 2026 dengan melepas Enzo Fernandez ke Manchester City. Gelandang...