Tercekik Blokade AS, Warga Kuba Curhat Soal Listrik dan Krisis Pangan
Kuba tengah menghadapi krisis pangan dan energi yang semakin memburuk. Pemadaman listrik terjadi hampir setiap hari, bahkan di sejumlah wilayah...
Read more
Situasi keamanan di Iran semakin memburuk setelah kerusuhan besar dalam rangkaian demonstrasi nasional menewaskan ratusan orang. Pemerintah Iran secara resmi menetapkan masa berkabung selama tiga hari untuk menghormati para korban yang meninggal dalam bentrokan tersebut.
Pengumuman berkabung nasional disampaikan pemerintah pada Minggu (11/1) waktu setempat. Dalam pernyataannya, otoritas Iran menyebut para korban sebagai martir gerakan perlawanan nasional Iran melawan Amerika dan rezim zionis. Pemerintah menilai kerusuhan yang terjadi bukan sekadar aksi protes, melainkan bentuk kekerasan terorganisir yang mengancam stabilitas negara.
Menurut pernyataan yang disiarkan oleh televisi pemerintah Iran, kekerasan tersebut melibatkan aksi teror perkotaan yang menyerang warga sipil, anggota Basij, serta pasukan keamanan. “Rakyat Iran telah mengalami langsung teroris kriminal yang melancarkan kekerasan perkotaan seperti ISIS terhadap warga sipil dan aparat keamanan, yang mengakibatkan tingkat kekerasan belum pernah terjadi sebelumnya,” kata pernyataan tersebut.
Berdasarkan data dari kelompok hak asasi manusia yang berbasis di Amerika Serikat, HRANA, sekitar 500 demonstran dilaporkan tewas dalam 15 hari terakhir. Selain itu, lebih dari 10.000 orang dilaporkan telah ditangkap sejak gelombang protes meluas. Di sisi lain, lebih dari 100 anggota pasukan keamanan juga dilaporkan meninggal dunia sejak demonstrasi dimulai.
Di tengah situasi genting ini, pemerintah Iran kembali menyerukan rakyatnya untuk melawan Amerika dan Israel. Berdasarkan laporan kantor berita internasional, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengajak masyarakat untuk turun ke jalan dalam pawai perlawanan nasional pada Senin (12/1). Aksi tersebut dimaksudkan untuk mengecam kekerasan yang dituding pemerintah Iran didalangi oleh pihak asing.
“Presiden Masoud Pezeshkian mendesak masyarakat untuk ikut serta dalam pawai perlawanan nasional guna mengecam kekerasan yang dilakukan oleh penjahat teroris perkotaan,” demikian pernyataan yang disampaikan melalui siaran televisi pemerintah.
Diketahui, demonstrasi di Iran bermula pada akhir Desember lalu sebagai respons atas krisis mata uang dan tekanan ekonomi. Namun, aksi tersebut dengan cepat berkembang menjadi tuntutan perubahan besar terhadap pemerintahan yang dinilai otoriter oleh sebagian warga.
Sejumlah pejabat Iran sebelumnya telah mengeluarkan ancaman untuk menindak tegas para demonstran. Sementara itu, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menegaskan pemerintah tidak akan mundur dalam menghadapi gelombang protes skala besar yang terus berlangsung di berbagai kota.
Referensi: Detik
Referensi tambahan: CNN International, AFP
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Konten lokal menunjukkan taringnya di platform Netflix Indonesia. Pada periode 2-8 Februari 2026, sebanyak tujuh dari sepuluh film terpopuler di...
Julian Alvarez kembali menunjukkan ketajamannya bersama Atletico Madrid. Penyerang asal Argentina itu mencetak satu gol dalam kemenangan telak 4-0 atas...