Koalisi Baru Oposisi Israel Siap Tantang Dominasi Netanyahu
Peta politik Israel kembali memanas menjelang pemilihan umum yang dijadwalkan berlangsung akhir tahun ini. Dua mantan perdana menteri, Naftali Bennett...
Read more
Iran kembali mengambil langkah diplomatik dengan mengirimkan proposal gencatan senjata terbaru kepada Amerika Serikat melalui Pakistan sebagai mediator. Langkah ini disebut sebagai upaya untuk meredakan ketegangan yang meningkat di kawasan Timur Tengah, khususnya di Selat Hormuz.
Berdasarkan laporan sejumlah media internasional yang dikutip oleh Axios, proposal tersebut telah disampaikan oleh Islamabad kepada Washington. Informasi ini juga dikonfirmasi oleh beberapa pejabat Amerika Serikat yang mengetahui perkembangan tersebut.
Proposal terbaru dari Teheran disebut berisi sejumlah syarat baru, dengan fokus utama pada pembukaan kembali Selat Hormuz yang sebelumnya ditutup akibat konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Menurut sumber yang dikutip Axios, Iran mengusulkan agar pembukaan Selat Hormuz dan pencabutan blokade laut oleh AS menjadi langkah awal dalam proses deeskalasi.
Menariknya, dalam skema tersebut, negosiasi terkait program nuklir Iran justru diusulkan untuk dilakukan pada tahap berikutnya, bukan sebagai syarat awal.
Selain itu, Iran juga mengusulkan perpanjangan gencatan senjata dalam jangka waktu lebih panjang, bahkan membuka kemungkinan menuju penghentian konflik secara permanen.
Namun hingga kini, belum ada kepastian apakah Amerika Serikat akan menerima atau mempertimbangkan proposal tersebut.
Menurut laporan yang sama, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan menggelar rapat bersama tim keamanan nasional dan kebijakan luar negeri di Situation Room Gedung Putih.
Rapat tersebut bertujuan untuk membahas proposal terbaru dari Iran serta menentukan langkah strategis berikutnya.
Juru bicara Gedung Putih, Olivia Wales, menegaskan bahwa pemerintah AS tetap berhati-hati dalam merespons situasi ini.
“Ini adalah diskusi diplomatik yang sensitif dan AS tidak akan bernegosiasi melalui pers. Seperti yang telah dikatakan Presiden, Amerika Serikat memegang kendali dan hanya akan membuat kesepakatan yang mengutamakan rakyat Amerika, tidak pernah mengizinkan Iran memiliki senjata nuklir,” kata Olivia Wales.
Proposal ini dilaporkan disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi saat melakukan kunjungan ke Islamabad pada akhir pekan.
Menurut sumber yang sama, Araghchi menjelaskan kepada sejumlah negara mediator seperti Pakistan, Mesir, Turki, dan Qatar bahwa belum ada kesepakatan internal di Iran terkait respons terhadap tuntutan Amerika Serikat.
Di sisi lain, AS tetap bersikeras agar Iran menghentikan pengayaan uranium setidaknya selama satu dekade serta memindahkan stok uranium yang telah diperkaya ke luar negeri.
Hingga saat ini, tuntutan tersebut belum diterima secara resmi oleh Teheran.
Situasi ini menunjukkan bahwa hubungan antara kedua negara masih berada dalam kondisi kebuntuan diplomatik, meskipun gencatan senjata sementara masih berlangsung dengan tekanan yang tinggi.
Referensi:
Detik
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉
Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Kabar baik datang bagi pengguna komputer, mulai dari gamer hingga perakit PC. Harga RAM di pasaran akhirnya menunjukkan tren penurunan,...
Kabar penting bagi para pecinta game di Tanah Air. Harga PlayStation 5 atau PS5 dipastikan mengalami kenaikan yang cukup signifikan...