Serangan Teror Asia Selatan Picu Alarm Stabilitas Kawasan
Serangkaian serangan teror di Asia Selatan kembali memunculkan kekhawatiran serius terhadap stabilitas kawasan. Insiden yang terjadi di Sri Lanka dan...
Read more
Sejumlah negara Muslim dilaporkan tengah menjajaki pembentukan aliansi keamanan baru yang menyerupai NATO. Langkah ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap dinamika keamanan regional, khususnya terkait ancaman dari Israel.
Empat negara yang disebut berpotensi membentuk aliansi tersebut adalah Mesir, Pakistan, Turki, dan Arab Saudi. Kolaborasi ini semakin terlihat setelah adanya latihan militer gabungan antara Mesir dan Pakistan yang berlangsung selama dua minggu di Asia Selatan.
Menurut laporan yang dihimpun, latihan tersebut bukan sekadar agenda rutin, tetapi dinilai sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama militer yang lebih luas. Bahkan, sejumlah analis menilai kolaborasi ini berpotensi berkembang menjadi aliansi strategis yang melibatkan pasukan khusus dari keempat negara.
Menurut analis politik independen Mesir, Islam Mansi, intensitas kerja sama ini meningkat setelah serangan udara Israel ke Doha, Qatar, pada September 2025. Peristiwa tersebut dinilai menjadi titik balik dalam cara negara-negara kawasan melihat ancaman keamanan.
“Segera setelah serangan itu, negara-negara Arab menyadari bahwa mereka tidak akan pernah kebal dari serangan Israel,” kata Islam Mansi.
Selain itu, konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel dengan Iran pada Februari juga memperkuat kekhawatiran regional. Menurut pengamat, situasi tersebut menunjukkan bagaimana kekuatan militer dapat digunakan secara langsung untuk mencapai tujuan geopolitik.
Kekhawatiran lain datang dari isu pencaplokan wilayah Tepi Barat serta rencana pembangunan kembali permukiman di Gaza. Ditambah dengan serangan ke Lebanon dan Suriah, kondisi ini memicu kekhawatiran akan ekspansi wilayah yang lebih luas.
Menurut analis politik Saudi, Omar Saif, negara-negara kawasan tidak bisa hanya menjadi penonton dalam situasi seperti ini. “Negara-negara besar di kawasan tidak bisa berdiam diri ketika keamanan regional terancam,” ujarnya.
Ia menilai aliansi antara Pakistan, Mesir, Turki, dan Arab Saudi memiliki kekuatan strategis yang signifikan. Masing-masing negara memiliki keunggulan militer dan posisi geopolitik yang saling melengkapi.
“Aliansi ini dapat mengerem ambisi regional Israel,” kata Omar Saif.
Pertemuan tingkat tinggi antara menteri luar negeri keempat negara juga telah dilakukan pada 17 April di sela Forum Diplomasi Antalya di Turki. Dalam pertemuan tersebut, dibahas upaya menciptakan pengaturan keamanan regional pascakonflik.
Menurut Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty, negaranya bersama tiga mitra lainnya tengah bekerja sama membangun sistem keamanan kawasan yang lebih stabil. Keempat negara ini juga diketahui berperan dalam upaya mediasi gencatan senjata di Gaza.
Dari sisi kekuatan, potensi aliansi ini cukup besar. Total populasi gabungan mencapai sekitar 500 juta orang, dengan produk domestik bruto sebesar US$3,87 triliun atau sekitar Rp66,67 juta triliun.
Meski demikian, pembentukan aliansi ini tidak lepas dari tantangan. Salah satu kendala utama adalah perbedaan kepentingan dan hubungan bilateral masing-masing negara. Misalnya, hubungan Turki dan Mesir yang sempat tegang, serta dinamika antara Turki dan Arab Saudi.
Selain itu, beberapa negara juga memiliki hubungan strategis dengan Amerika Serikat, yang dapat memengaruhi arah kebijakan aliansi tersebut. Pertanyaan mengenai sejauh mana dukungan atau sikap AS terhadap pembentukan aliansi ini juga menjadi sorotan.
Menurut analis politik Turki, Firas Ridvan Oglu, aliansi ini justru bisa menciptakan keseimbangan kekuatan yang pada akhirnya sejalan dengan kepentingan global. “Koalisi ini bisa membantu menjaga stabilitas dan mencegah konflik yang lebih luas,” ujarnya.
Dengan berbagai dinamika tersebut, pembentukan aliansi keamanan negara Muslim masih dalam tahap penjajakan. Namun arah kerja sama yang semakin intens menunjukkan adanya kebutuhan nyata untuk memperkuat stabilitas kawasan di tengah ketegangan geopolitik yang terus berkembang.
Referensi:
CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman ๐ Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional โ semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
๐ฑ Saluran Trenmedia ๐ณ Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang โ update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Gelombang keluhan dari pengguna TikTok di Indonesia mencuat setelah banyak akun dilaporkan tiba tiba ditangguhkan. Fenomena ini ramai dibicarakan di...
Instagram kembali menghadirkan inovasi baru dengan menguji aplikasi bernama Instants. Aplikasi ini dirancang untuk memungkinkan pengguna berbagi foto secara lebih...