Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan kebijakan transportasi umum gratis pada Jumat, 24 April, dalam rangka memperingati Hari Transportasi Nasional. Seluruh moda transportasi publik seperti TransJakarta, MRT, dan LRT dapat digunakan masyarakat tanpa biaya sepanjang hari.
Kebijakan ini diumumkan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo. Menurut dia, langkah ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan minat masyarakat dalam menggunakan transportasi umum.
“Selamat Hari Transportasi Nasional, pada tanggal 24 April ini, Pemerintah DKI Jakarta menyambut Hari Transportasi, akan memberikan fasilitas kemudahan atau gratis,” kata Pramono Anung Wibowo.
Ia menjelaskan, kebijakan tersebut tidak hanya sekadar perayaan, tetapi juga menjadi strategi untuk mendorong perubahan kebiasaan masyarakat yang masih bergantung pada kendaraan pribadi.
Menurut Pramono, Pemprov DKI Jakarta ingin masyarakat semakin terbiasa menggunakan fasilitas transportasi umum yang telah disediakan. Dengan meningkatnya penggunaan transportasi publik, diharapkan tingkat kemacetan di ibu kota dapat berkurang secara bertahap.
Upaya Kurangi Kemacetan dan Tingkatkan Pengguna Transportasi Publik
Kebijakan ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengatasi masalah klasik Jakarta, yakni kemacetan. Dengan memberikan layanan gratis, masyarakat diharapkan mau mencoba dan beralih ke moda transportasi publik yang lebih efisien.
Menurut Pramono, peningkatan jumlah pengguna transportasi umum menjadi salah satu indikator penting dalam menciptakan sistem mobilitas perkotaan yang lebih baik.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengguna transportasi umum di Jakarta menunjukkan tren yang cukup signifikan. Hingga Juli 2025, TransJakarta mencatat 37,6 juta penumpang, menjadikannya moda transportasi paling banyak digunakan.
Sementara itu, MRT Jakarta mencatat 4,3 juta penumpang, dan LRT Jakarta mencapai 118 ribu penumpang pada periode yang sama. Data ini menunjukkan bahwa transportasi berbasis rel mulai diminati, meskipun masih di bawah TransJakarta dari sisi jumlah pengguna.
Dengan adanya program gratis ini, pemerintah berharap angka tersebut terus meningkat. Selain itu, kebijakan ini juga diharapkan dapat memberikan pengalaman langsung kepada masyarakat mengenai kenyamanan dan efisiensi transportasi publik.
Referensi:
CNNIndonesia