IRGC Ancam Balasan Keras Usai Kapal Iran Disita dan Ditembak AS di Teluk Oman
Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah insiden penembakan dan penyitaan kapal berbendera Iran di perairan Teluk Oman....
Read more
Lebih dari 80 ribu tentara Israel dilaporkan mengalami gangguan psikologis setelah keterlibatan mereka dalam agresi militer di Jalur Gaza, Palestina. Berdasarkan data dari Kementerian Pertahanan Israel pada Minggu 7 Desember 2025, angka tersebut mencatat lonjakan terbesar yang pernah dialami institusi tersebut dalam beberapa dekade terakhir.
Menurut laporan berbagai media Israel, kondisi para prajurit tidak hanya menunjukkan gejala stres berat, tetapi juga tindakan ekstrem seperti percobaan bunuh diri. Tercatat 279 tentara melakukan percobaan bunuh diri dalam 18 bulan terakhir dan 36 di antaranya berakhir meninggal dunia. Sebagian prajurit lainnya dilaporkan terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba untuk meredakan tekanan mental.
Wakil Kepala Departemen Rehabilitasi Kemhan Israel, Tamar Shimoni, menyatakan bahwa situasi ini berada pada level yang belum pernah terjadi sebelumnya. “[Ini] belum pernah terjadi,” kata Tamar Shimoni kepada Army Radio, seperti dikutip Anadolu Agency. Ia menegaskan bahwa sekitar sepertiga tentara Israel mengalami gangguan psikologis yang berkaitan langsung dengan peristiwa 7 Oktober 2023.
Fenomena yang kini menimpa puluhan ribu prajurit Israel dikenal sebagai Gangguan Stres Pascatrauma atau PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder). Menurut penjelasan para ahli psikologi, PTSD merupakan kondisi serius yang muncul setelah seseorang mengalami atau menyaksikan kejadian traumatis, termasuk peperangan. Gejalanya meliputi kilas balik, mimpi buruk, kecemasan parah, dan gangguan tidur.
Sumber psikologi internasional seperti psychiatrictimes.com menuliskan bahwa konsep PTSD mulai diperkenalkan pada tahun 1980 setelah penelitian terhadap tentara yang bertugas dalam Perang Dunia I, Perang Dunia II, dan Perang Vietnam. Dalam paparannya dijelaskan, “Saat itu PTSD dikonseptualisasikan sebagai akibat dari stresor katastrofik di luar jangkauan pengalaman manusia biasa. Hal ini berlaku untuk perang, penyiksaan, pemerkosaan, hingga bencana alam.”
Lebih jauh, kajian tersebut menekankan bahwa sejumlah kasus PTSD muncul akibat tindakan yang dianggap menyalahi nilai moral seseorang. “Kini kami juga tahu bahwa bagi sebagian orang, cedera moral dapat terjadi karena melakukan hal-hal seperti membunuh untuk tujuan yang dipertanyakan, dan hal itu dapat berkontribusi pada perkembangan PTSD,” tertulis dalam ulasan tersebut.
Fenomena serupa pernah terjadi pada prajurit Amerika Serikat yang bertugas dalam Perang Vietnam. Gangguan ini semula dikenal dengan istilah Sindrom DaCostas, yang menggambarkan gejala seperti sesak napas, detak jantung cepat, dan kelelahan ekstrem saat prajurit mengingat kembali pertempuran. Istilah lain seperti shock akibat peluru dan sindrom pasca-Vietnam juga sering digunakan sebelum akhirnya PTSD secara resmi dimasukkan ke dalam Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental pada tahun 1980.
Kondisi para prajurit Israel hari ini menunjukkan pola yang hampir identik, mulai dari tekanan medan perang hingga luka moral yang menetap, mengindikasikan bahwa agresi Gaza telah memunculkan dampak psikologis jangka panjang bagi ribuan anggota militer.
Referensi:
CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Kasus dugaan pencurian terjadi di salah satu resort di kawasan Ubud, Bali. Seorang warga negara asing (WNA) asal India diduga...
Seorang pria berusia 39 tahun diamankan aparat kepolisian di wilayah Kalideres, Jakarta Barat, setelah diduga melakukan pelecehan terhadap tiga anak...