Tekanan Darah Tinggi Bisa Merusak Ginjal Tanpa Disadari, Kenali Tanda Awalnya
Tekanan darah tinggi atau hipertensi selama ini lebih sering dikaitkan dengan risiko serangan jantung dan stroke. Padahal, kondisi ini juga...
Read more
ASI perah (ASIP) menjadi solusi bagi banyak ibu yang tetap ingin memberikan ASI eksklusif meski harus bekerja, beraktivitas di luar rumah, atau tidak dapat menyusui secara langsung. Namun, kualitas ASI tidak hanya ditentukan saat proses pemerahan, tetapi juga oleh cara penyimpanan, pencairan, dan penyajiannya.
Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), kebersihan, suhu penyimpanan, wadah, hingga cara menghangatkan ASI menjadi faktor penting yang menentukan keamanan dan kualitas ASI perah. Kesalahan dalam proses tersebut dapat meningkatkan risiko kontaminasi bakteri maupun menurunkan kandungan nutrisi di dalam ASI.
Berdasarkan berbagai penelitian yang dirangkum serta panduan dari IDAI, masih banyak orang tua yang melakukan kesalahan saat menyimpan ASI perah. Padahal, sebagian besar kesalahan tersebut sebenarnya dapat dihindari dengan langkah sederhana.
Salah satu kesalahan yang paling sering terjadi adalah membiarkan ASI perah berada terlalu lama pada suhu ruang. Berdasarkan penelitian dari Universitas Airlangga dan RSUD Dr. Soetomo yang dikutip sumber utama, risiko kontaminasi bakteri meningkat seiring lamanya ASI berada di luar pendingin. Karena itu, penyimpanan harus disesuaikan dengan suhu lingkungan dan rekomendasi medis.
Kesalahan berikutnya adalah tidak memperhatikan suhu penyimpanan. Menurut IDAI, ASI memiliki daya simpan yang berbeda tergantung tempat penyimpanannya, baik pada suhu ruang, lemari pendingin, maupun freezer. Semakin rendah suhu penyimpanan, semakin baik kemampuan menjaga kualitas ASI sekaligus menghambat pertumbuhan mikroorganisme.
Faktor kebersihan juga sering diabaikan. Sebelum memerah atau memindahkan ASI, ibu disarankan mencuci tangan hingga bersih. Wadah penyimpanan juga harus higienis, memiliki penutup rapat, dan bebas dari kontaminasi. Menurut IDAI, botol kaca atau wadah plastik bebas BPA menjadi pilihan yang lebih aman untuk penyimpanan ASI.
Kesalahan lainnya adalah tidak memberikan label tanggal pemerahan. Padahal, penandaan tanggal membantu orang tua menerapkan prinsip first in, first out, yaitu menggunakan ASI yang diperah lebih dahulu sebelum stok yang lebih baru.
IDAI juga mengingatkan agar ASI yang baru diperah tidak langsung dicampurkan dengan ASI yang sudah beku. ASI segar sebaiknya didinginkan terlebih dahulu sebelum digabung dengan ASI yang sudah berada di lemari pendingin. Sementara itu, ASI hangat tidak dianjurkan langsung dicampurkan ke dalam ASI beku karena dapat memengaruhi suhu penyimpanan.
Kesalahan berikutnya adalah menyimpan kembali sisa ASI yang sudah diminum bayi. Setelah botol ASI bersentuhan dengan mulut bayi, risiko kontaminasi meningkat sehingga sisa ASI tidak disarankan disimpan kembali untuk diberikan pada waktu berikutnya.
Cara mencairkan dan menghangatkan ASI juga perlu diperhatikan. Menurut IDAI, ASI beku sebaiknya dipindahkan terlebih dahulu ke lemari pendingin sebelum dihangatkan menggunakan air hangat. Penggunaan microwave tidak dianjurkan karena panas yang dihasilkan tidak merata dan dapat merusak sebagian kandungan penting dalam ASI serta berisiko melukai bayi.
Selain memperhatikan lama penyimpanan, orang tua juga perlu menyesuaikan cara penyimpanan dengan kondisi suhu ruangan, kulkas, maupun freezer. Dengan mengikuti panduan tersebut, kualitas nutrisi ASI dapat tetap terjaga sehingga bayi memperoleh manfaat optimal dari ASI perah.
Referensi:
CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kesehatan Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kesehatan — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Pada tanggal 4 Agustus 1962, dunia hiburan internasional diguncang oleh berita duka atas berpulangnya ikonis budaya pop global, Marilyn Monroe....
Di sudut terpencil kawasan hijau Oak Hammock Park, Port Saint Lucie, Florida, berdiri sebuah pohon ek tua yang menyimpan rekam...