Batas Aman Makan Telur dalam Seminggu agar Kolesterol Tetap Terkontrol
Telur menjadi salah satu bahan makanan favorit banyak orang karena praktis diolah dan kaya nutrisi. Selain mengandung protein berkualitas tinggi,...
Read more
Konsep makanan ultra‑proses mengacu pada produk pangan yang telah mengalami banyak tahap pengolahan industri dan mengandung banyak bahan tambahan — seperti pemanis, pengawet, pewarna, perisa buatan, lemak tambahan, dan zat aditif lainnya. Makanan ini berbeda dari makanan minimal yang hanya diproses ringan.
Kelebihan utama makanan ultra‑proses adalah kemudahan dan kepraktisan: cepat disajikan, tahan lama, dan cocok untuk gaya hidup sibuk. Namun di balik itu, terdapat sejumlah potensi risiko terhadap kesehatan.
Makanan ultra‑proses dengan kandungan gula tambahan, lemak jenuh atau trans, serta natrium tinggi dapat berkontribusi terhadap risiko penyakit tidak menular seperti diabetes tipe 2, hipertensi, dan penyakit jantung.
Konsumsi rutin makanan dengan kalori padat dan rendah serat bisa memicu kelebihan kalori dan akumulasi lemak tubuh. Selain itu, fluktuasi kadar gula darah dapat memicu rasa lapar berlebih.
Bahan aditif, minyak teroksidasi, dan komponen buatan dalam makanan ultra‐proses dapat memicu respons inflamasi dalam tubuh, yang lama kelamaan dapat memicu kerusakan sel dan jaringan.
Makanan ultra‑proses cenderung minim serat, sedangkan serat penting bagi kesehatan mikrobiota usus. Ketidakseimbangan mikrobiota dapat memengaruhi fungsi imun, pencernaan, dan kesehatan mental.
Makanan ultra‑proses sering dirancang agar sangat nikmat (taste engineered), sehingga sulit berhenti makan. Ini bisa menggeser pilihan asupan ke jenis makanan sehat dan menyebabkan defisit nutrisi.
Beberapa faktor yang memudahkan makanan ultra‑proses menjadi bagian rutin pola makan antara lain:
Ketersediaan dan akses yang luas di supermarket, minimarket, warung kelontong
Harga relatif murah jika dibandingkan dengan makanan segar
Iklan dan strategi pemasaran agresif
Kenyamanan dalam penyajian: tinggal buka kemasan atau panaskan
Umpan rasa intens (manis, gurih, asin) yang menarik selera
Agar tetap bisa memanfaatkan kepraktisan tanpa membahayakan kesehatan, berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:
Batasi konsumsi makanan ultra‑proses, terutama sebagai makanan utama. Jadikan makanan segar sebagai porsi utama.
Baca label kemasan dan pilih produk dengan daftar bahan yang pendek serta kandungan gula, garam, lemak jenuh yang rendah.
Gabungkan dengan makanan utuh, seperti buah, sayuran, biji-bijian, dan sumber protein sehat.
Tingkatkan konsumsi serat, agar mendukung keseimbangan mikrobiota usus.
Hindari konsumsi frekuen, misalnya menjadikan makanan ultra‑proses sebagai camilan sesekali, bukan kebiasaan harian.
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kesehatan Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kesehatan — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah hasil survei terbaru menunjukkan kebijakan tersebut merupakan program pemerintah yang paling...
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 mengenai Pengembangan dan Penguatan Sektor...